Kesepakatan itu mengemuka dalam pertemuan Presiden China Xi Jinping dengan Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif di Balai Agung Rakyat, Beijing pada Senin, 25 Mei 2026.
Mengutip pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri China, Rabu, 27 Mei 2026, Xi menegaskan bahwa hubungan Beijing dan Islamabad yang telah terjalin selama 75 tahun merupakan persahabatan strategis yang kokoh dan tidak tergoyahkan.
Menurutnya, kedua negara memiliki kepentingan bersama untuk menjaga stabilitas kawasan dan memperkuat kerja sama strategis lintas sektor.
“Kedua pihak harus melakukan kerja sama keamanan dengan lebih baik dan di bidang yang lebih luas serta bersama-sama menjaga perdamaian dan stabilitas regional. China menghargai Pakistan atas semangat proaktif dan upaya mediasi untuk kembalinya perdamaian ke Timur Tengah,” ujar Xi.
Sementara itu, Shehbaz Sharif menyebut Xi Jinping sebagai sahabat besar rakyat Pakistan sekaligus tokoh penting bagi perdamaian dunia.
Ia menegaskan Pakistan akan terus berdiri bersama China dalam berbagai isu strategis, termasuk memperdalam kerja sama Belt and Road Initiative dan pengembangan Koridor Ekonomi China-Pakistan.
Sharif menambahkan bahwa Pakistan siap memperkuat koordinasi erat dengan China untuk bersama-sama berkontribusi terhadap perdamaian dan stabilitas dunia. Pertemuan tersebut juga dihadiri Menteri Luar Negeri China Wang Yi.
“Pakistan mengapresiasi China atas dukungannya dalam mediasi negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran. Empat usulan yang diajukan oleh Presiden Xi mengenai situasi Timur Tengah memberikan kerangka panduan untuk perdamaian di kawasan tersebut,” kata Sharif.
BERITA TERKAIT: