Sang whistlerblower yakni Kim Gwang-ho merupakan bekas karyawan Hyundai. Ia mengemukakan kekhawatiran tentang cacat yang mempengaruhi 12 model mobil yang berbeda.
Ini adalah pertama kalinya pemerintah negara tersebut mengeluarkan recall kendaraan wajib.
Hyundai dan Kia menolak untuk bertindak secara sukarela, mengatakan bahwa ada masalah yang ada tidak ada yang membahayakan keselamatan.
Kia adalah afiliasi dari Hyundai, dan pejabat meminta jaksa negara tersebut untuk mencari bukti penutupan di pembuat mobil.
Model yang terkena dampak meliputi hatchback Hyundai i30, sedan menengah Sonata, Genesis mewah dan Kia's Mohave serta minivan Karnaval. Model-model ini dan yang lainnya ditemukan memiliki masalah dengan pipa vakum, selang bahan bakar, lampu rem parkir dan beberapa bagian rusak lainnya.
Penarikan yang direncanakan akan menambah 1,5 juta mobil yang ditawarkan Hyundai dan Kia untuk diperbaiki bulan lalu di Korea Selatan dan Amerika Serikat karena kemungkinan mogok mesin.
Kim Gwang-ho, pria berusia 55 tahun di balik recall Hyundai yang spesifik ini mengatakan bahwa dia telah memutuskan untuk mengungkapkan apa yang sedang terjadi di perusahaan tersebut, karena dia tidak dapat membiarkan penumpang melakukan perjalanan dengan kendaraan yang mereka tidak ketahui da permasalahan.
Kim sendiri telah bekerja di Hyundai selama lebih dari 25 tahun sebelum akhirnya memutuskan untuk berhenti. [mel]
BERITA TERKAIT: