Selain bertemu Trump, dalam kesempatan yang sama, Gutteres yang baru menjabat awal tahun ini juga bertemu dengan penasihat keamanan nasional AS, Jenderal H.R. McMaster.
Juru bicara PBB Stephane Dujarric mengatakan bahwa Guterres melakukan diskusi menarik dan konstruktif mengenai kerja sama antara Amerika Serikat dan PBB. Guterres dan Trump pun sepakat untuk bertemu lagi dalam waktu dekat.
Duta Besar Dewan Keamanan PBB akan mengadakan pertemuan makan siang dengan Trump pada hari Senin dan bertemu dengan anggota parlemen AS di Capitol Hill.
Untuk diketahui bahwa Amerika Serikat merupakan penyumbang terbesar PBB. AS membiayai 22 persen dari anggaran inti sebesar 5,4 miliar dolar AS dan 28,5 persen dari anggaran pemeliharaan perdamaian senilai 7,9 miliar dolar AS.
Namun, pemerintahan Trump telah memangkas hingga 32,5 juta dolar AS dari Dana Kependudukan PBB, yang menyediakan keluarga berencana di 150 negara, dan berusaha untuk menarik dan menutup misi penjaga perdamaian.
Dujarric menolak memberikan rincian tentang diskusi tentang pendanaan AS, namun menekankan pentingnya pertukaran tingkat tinggi pertama dengan pemerintah AS.
"Ini adalah hubungan yang penting dan kami sangat senang bahwa pertemuan tersebut terjadi," kata juru bicara PBB tersebut.
Guterres bertemu dengan Trump selama 15-20 menit di Oval Office setelah mengadakan diskusi panjang dengan McMaster.
Selama kampanye pemilihannya, Trump pernah menyebut PBB sebagai sebuah klub bagi orang-orang untuk berkumpul, berbicara dan bersenang-senang.
[mel]
BERITA TERKAIT: