Buku Baru Karya Hensa Kupas Jejak Pemikiran Sumitro dalam Kebijakan Prabowo

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ahmad-alfian-1'>AHMAD ALFIAN</a>
LAPORAN: AHMAD ALFIAN
  • Rabu, 10 Juni 2026, 19:12 WIB
Buku Baru Karya Hensa Kupas Jejak Pemikiran Sumitro dalam Kebijakan Prabowo
Analis komunikasi politik Hendri Satrio alias Hensa. (Foto: istimewa)
rmol news logo Analis komunikasi politik Hendri Satrio alias Hensa kembali merilis buku berjudul "Estafet Ideologi Sumitro ke Prabowo" pada Rabu, 10 Juni 2026, di kawasan Jakarta Selatan.

Buku yang menjadi karya ke-3 dari Hensa tersebut menyoroti soal bagaimana ideologi seorang ekonom Sumitro Djojohadikusumo diterjemahkan saat ini oleh putranya, Presiden RI Prabowo Subianto.

"Buku 'Estafet Ideologi dari Sumitro ke Prabowo' ini saya tulis dalam rangka untuk mencoba memahami kira-kira pemikiran Sumitro waktu itu yang diterjemahkan oleh Pak Prabowo hari ini tuh seperti apa, sebesar apa, dan kemudian semasif apa perbedaan yang sangat signifikan," ujar Hensa.

Founder Lembaga Survei KedaiKOPI ini mengatakan, buku ini ditulis menggunakan pendekatan komunikasi publik. Menurutnya, pendekatan ini bisa memperlihatkan runtutan-runtutan pemikiran Sumitro yang diimplementasikan Prabowo secara lebih mengalir.

"Estafet ini juga jangan diartikan bahwa Sumitro memberikan tongkat ke Pak Prabowo, tapi saya mengartikan Estafet ini justru Pak Prabowo yang mengambil tongkat dari Sumitra untuk meneruskan gagasan-gagasannya dalam mensejahterakan Indonesia," jelas Hensa.

Acara ini turut dihadiri oleh sejumlah tokoh, mulai dari Menteri Koperasi RI Ferry Juliantono, Ketua Komisi XI DPR Mukhamad Misbakhun, hingga Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan Budiman Sudjatmiko.

Tak hanya itu, sejumlah akademisi juga turut hadir menjadi penanggap, seperti Ekonom sekaligus Ketua Yayasan Wakaf Paramadina Wijayanto Samirin, Ekonom Universitas Indonesia Ninasapti Triaswati, dan dosen Universitas Paramadina Wachid Ridwan.

Menteri Koperasi Ferry Juliantono dalam peluncuran buku itu mengatakan bahwa saat ini tidak banyak yang berani membahas terkait ideologi. Menurutnya, saat ini pembahasan ideologi jarang menjadi diskursus publik.

"Jarang-jarang ada buku yang membahas tentang ideologi, jadi pak Hendri Satrio ini kita harus acungi jempol, punya keberanian untuk membicarakan tentang ideologi yang sekarang menurut saya, diskursus wacana publik itu jarang membicarakan tentang ideologi," ujar Ferry.

Misbakhun, yang membuka acara peluncuran buku tersebut, berpendapat bahwa karya dari Hensa ini berusaha mendokumentasikan pemikiran Sumitro soal ekonomi yang kerakyatan.

"Buku ini merupakan sebuah buku yang berusaha mendokumentasi sebuah pemikiran yang bersifat ideologis dari Pak Sumitro Djojohadikusumo, orang tua dari Pak Presiden Prabowo yang merupakan pemikiran ekonomi yang kerakyatan, menerjemahkan Pasal 33 UUD RI dan kemudian bagaimana ekonomi itu dioperasionalkan," ujar Misbakhun.

Sementara itu, Budiman Sudjatmiko memaknai tema "estafet ideologi" sebagai prinsip fundamental bagi Prabowo Subianto tentang pentingnya melakukan hal yang benar. Ia menekankan bahwa panduan ideologis ini sangat krusial agar setiap keyakinan yang benar dapat selalu dieksekusi dengan cara yang tepat pula.

"Tema estafet ideologi ini menarik karena ideologi pada dasarnya adalah tentang doing right things atau melakukan suatu hal yang benar. Poin utamanya adalah bagaimana Pak Prabowo bisa meyakini bahwa apa yang beliau lakukan adalah hal yang benar, sehingga kebenaran tersebut juga dieksekusi dengan cara yang benar," ujar Budiman.

Ekonom Universitas Indonesia Ninasapti membedah buku tersebut dan menemukan bahwa kesinambungan visi ekonomi tersebut diimplementasikan secara institusional dengan penyesuaian terhadap tantangan strategis dan keamanan negara.

"Pemikiran Sumitro kemudian diterjemahkan ke dalam Asta Cita yang merupakan Program Pembangunan Prabowo, namun dengan penekanan pada pentingnya memperkokoh kerangka pertahanan keamanan sesuai dengan dasar negara Pancasila, prinsip demokrasi dan hak azasi manusia," ungkap Ninasapti dalam pemaparannya.

Dosen Universitas Paramadina, Wachid Rahman, menilai buku karya Hendri Satrio berhasil menyoroti proses konstruksi ideologi yang terjadi antara ekonom Sumitro Djojohadikusumo dan Prabowo Subianto.

"Buku ini bagus dalam konteks bagaimana ideologi yang dimiliki oleh Pak Sumitro itu tertransfer dan terkonstruksi ke Pak Prabowo. Ada identitas yang sangat melekat dalam diri Pak Sumitro yaitu sosialis, namun saya tidak tahu terkonstruksi ke mana ke Pak Prabowo saat ini, itu menjadi identity yang mana," ujar Wachid. rmol news logo article
EDITOR: AHMAD ALFIAN

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA