Di Munas HIPMI, Prabowo Sebut Pengusaha Indonesia Banyak Dosanya

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/hani-fatunnisa-1'>HANI FATUNNISA</a>
LAPORAN: HANI FATUNNISA
  • Rabu, 10 Juni 2026, 19:11 WIB
Di Munas HIPMI, Prabowo Sebut Pengusaha Indonesia Banyak Dosanya
Presiden Prabowo Subianto (Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden)
rmol news logo Presiden Prabowo Subianto menghadiri Munas XVIII Himpunan Pengusaha Muda Indonesia di Bandar Lampung, Rabu, 1o Juni 20256 dengan membawa pesan kritis kepada dunia usaha. 

Dalam pidatonya, Prabowo secara terbuka menyebut pengusaha Indonesia memiliki banyak dosa. Seraya menegaskan bahwa dirinya mengenal baik para tokoh lama HIPMI, termasuk Bambang Wiyogo (Ketua Umum HIPMI 1995-1998) dan Abdul Latief (Ketua HIPMI pertama).

"Tunggu dulu. Pengusaha indonesia banyak dosanya. Betul? Lo gak bisa bohong sama gue, gue udah ngerti itu tokoh-tokoh HIPMI. Gue kenal dari kecil Bambang Wiyogo. Gue kenal dari dia masih punya rambut ini semua satu-satu. Gue kenal semua itu Bang Latif gue kenal juga," ujarnya. 

Kendati demikian, Prabowo menekankan bahwa masa lalu tidak boleh menjadi penghalang untuk melangkah ke depan. 

Dia meminta para pengusaha muda untuk memperbaiki diri dan mematuhi aturan hukum di tengah perubahan zaman yang kian cepat, terutama dengan hadirnya teknologi kecerdasan buatan.

“Sudahlah ya gapapa dosa kita tutup. Kita bangkit ke depan. Sekarang, jangan coba-coba melanggar hukum. Saudara akan kalah kenapa? Sekarang ada teknologi. Sekarang ada AI. Ada kecerdasan sekarang semua dokumen setebel ini bisa dibaca dalam 5 menit,” ujarnya.

Prabowo juga menekankan komitmennya untuk terus memantau para pelaku usaha. Ia bahkan menyampaikan bahwa pengawasan tersebut akan tetap ia lakukan dalam jangka panjang.

"Kalau dipanggil yang maha kuasa, aku lihat tetap saya monitor kalian. Kalau kalian kurang ajar malem-malem aku turun nyari kau. Jangan main-main kau, kau melanggar berkhianat merah putih aku turun aku cari kau," tegasnya.rmol news logo article

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA