Jaksa Agung Nicola Roxon bersama dengan Chris Evans yang menjabat sebagai menteri untuk pendidikan, ketrampilan, ilmu pengetahuan, dan penelitian menyatakan mengundurkan diri dari pemerintahan Gilliard karena alasan pribadi.
Meski menyatakan mundur, Chris Evans dan Nicola Roxon tetap yakin Gillard mampu memenangkan kembali pemilu September nanti.
"Seperti Chris, saya percaya Gillard bisa memenangkan pemilu berikutnya," kata Roxon sambil berdiri di samping Evans dan Gillard dalam sebuah konferensi pers di Gedung Parlemen, seperti yang dikutip
ABC News (Sabtu, 2/2).
Sementara itu, Gillard mengaku dirinya telah mengetahui beberapa bulan sebelumnya bahwa dua orang pejabat tersebut telah berniat untuk tidak akan melanjutkan jabatannya.
Pun demikian, Gillard memuji kontribusi mereka dan menangkis isu miring bahwa tanggal pemilu yang ditetapkannya dua hari lalu merupakan alasan pengunduran diri kedua pejabat itu, yang seolah mencerminkan bahwa pemerintahannya sedang berada dalam kekacauan.
[ian]
BERITA TERKAIT: