Penurunan harga minyak dan imbal hasil obligasi pemerintah AS memberi ruang bagi investor untuk kembali masuk ke aset berisiko, terutama saham teknologi.
Indeks teknologi memimpin penguatan bursa pada penutupan perdagangan Kamis, 17 September 2026. Nasdaq Composite melonjak 1,69 persen atau 439,87 poin menjadi 26.418,30. S&P 500 naik 1,14 persen atau 85,93 poin ke 7.637,74, sedangkan Dow Jones Industrial Average bertambah 0,62 persen atau 317,95 poin menjadi 51.779,85.
Penguatan terjadi secara luas, dengan sektor teknologi menjadi yang mencatat kenaikan terbesar di antara 11 sektor utama S&P 500. Saham semikonduktor juga menjadi salah satu penggerak utama setelah indeks chip naik lebih dari 3 persen. Sektor keuangan dan kebutuhan pokok konsumen menjadi dua sektor yang berakhir melemah, meski penurunannya relatif tipis.
Saham yang berkaitan dengan aset kripto turut menguat setelah Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) memberikan pengecualian selama lima tahun untuk perdagangan saham berbasis token. Circle Internet Group naik 5,8 persen, Robinhood 5,2 persen, sementara Coinbase menguat 5,8 persen.
Di sisi lain, CoreWeave anjlok 4,2 persen setelah mengumumkan rencana mencari dana melalui penerbitan saham dan obligasi konversi. Fluence Energy juga tertekan 15,4 persen setelah memangkas proyeksi pendapatan tahun fiskal 2026.
Pergerakan Wall Street turut ditopang meredanya harga minyak dan turunnya imbal hasil Treasury AS. Harga minyak sempat menyentuh level terendah dalam sepekan setelah kekhawatiran gangguan pasokan dari Timur Tengah mereda menyusul laporan bahwa minyak Saudi mulai mengalir melalui Oman. Kondisi tersebut membantu menekan salah satu sumber tekanan inflasi yang menjadi perhatian investor.
Pasar juga mencerna keputusan The Fed menaikkan suku bunga pada Rabu, kenaikan pertama sejak Juli 2023. Meski bank sentral membuka ruang untuk pengetatan lebih lanjut, data tenaga kerja AS yang solid ikut menjaga sentimen.
BERITA TERKAIT: