Pada penutupan perdagangan Kamis, 3 September 2026, indeks Dow Jones Industrial Average naik 624,16 poin atau 1,18 persen menjadi 53.686,11. S&P 500 menguat 81,11 poin atau 1,06 persen ke 7.747,71, sedangkan Nasdaq Composite melonjak 1,40 persen atau 366,23 poin menjadi 26.584,06.
Penguatan terjadi di hampir seluruh sektor utama S&P 500. Sektor barang konsumsi nonprimer menjadi penguat terbesar, sementara saham energi menjadi sektor yang tertinggal.
Saham-saham teknologi dan perusahaan yang terkait dengan kecerdasan buatan (AI) turut menopang pasar. Nvidia naik 1,8 persen setelah mengumumkan rencana mengakuisisi platform pengembang Hugging Face senilai 12,9 miliar dolar AS.
Namun, Broadcom justru turun 2,7 persen. Saham perusahaan semikonduktor itu tertekan setelah memberikan proyeksi pendapatan kuartal IV yang berada di bawah ekspektasi pasar. Kondisi ini menunjukkan tingginya standar yang harus dipenuhi perusahaan-perusahaan yang menjadi bagian dari ledakan investasi AI.
Di sektor perangkat lunak, saham Snowflake melonjak 16,6 persen setelah perusahaan memperkirakan pertumbuhan pendapatan tahunan yang kuat. Kenaikan tersebut turut mengangkat saham ServiceNow, Salesforce, dan Adobe yang masing-masing menguat antara 2,1 persen hingga 6,5 persen.
Saham-saham terkait aset kripto juga menguat setelah harga Bitcoin kembali naik usai mengalami penurunan selama dua sesi berturut-turut. Strategy melonjak 17,6 persen, Coinbase Global naik 10,1 persen, sedangkan Robinhood Markets melesat 16,6 persen.
Secara keseluruhan, saham yang naik jauh lebih banyak dibandingkan saham yang turun. Di New York Stock Exchange (NYSE), perbandingannya mencapai 1,98 banding 1. Sementara di Nasdaq, sebanyak 2.957 saham menguat dan 1.771 saham melemah.
Penguatan Wall Street terjadi setelah Waller mengatakan dirinya cenderung mempertahankan suku bunga acuan pada level saat ini apabila data ekonomi menunjukkan tekanan inflasi terus mereda. Namun, ia juga menegaskan akan mendukung kenaikan suku bunga jika inflasi tidak menunjukkan perbaikan.
Pernyataan tersebut membuat pelaku pasar mengurangi taruhan terhadap kemungkinan kenaikan suku bunga The Fed pada pertemuan September. Berdasarkan CME FedWatch, peluang kenaikan suku bunga turun menjadi 50,4 persen dari 63,2 persen sehari sebelumnya.
Investor kini mengalihkan perhatian ke laporan ketenagakerjaan Amerika Serikat yang akan dirilis Jumat. Data tersebut diperkirakan menunjukkan ekonomi AS hanya menambah 56.000 lapangan kerja pada Agustus, sementara tingkat pengangguran diperkirakan bertahan di 4,1 persen.
Di pasar obligasi, imbal hasil obligasi pemerintah AS bertenor acuan turun untuk hari kedua berturut-turut setelah sebelumnya mencapai level tertinggi sejak November 2023.
Volume perdagangan di bursa AS mencapai 15,25 miliar saham, sedikit lebih tinggi dibandingkan rata-rata 15,09 miliar saham dalam 20 sesi perdagangan terakhir.
BERITA TERKAIT: