Kristersson secara resmi mengajukan pengunduran dirinya kepada Ketua Parlemen Andreas Norlen pada Kamis, 17 September 2026, waktu setempat. Ini sekaligus membuka jalan bagi proses pembentukan pemerintahan baru.
Blok oposisi yang dipimpin Partai Sosial Demokrat Magdalena Andersson menguasai 176 dari 349 kursi di Riksdag, sementara empat partai pendukung pemerintahan Kristersson memperoleh 173 kursi. Selisih tiga kursi tersebut memberi oposisi mayoritas tipis di parlemen.
“Saya akan terus memerintah sebagai pemerintahan transisi. Saya akan bertanggung jawab penuh atas Swedia dalam segala hal. Tidak seorang pun boleh mempercayai hal lain,” kata Kristersson.
Meski mengundurkan diri, ia dan para menterinya tetap menjalankan tugas sebagai pemerintahan sementara sampai kabinet baru terbentuk.
Kini Andersson mendapat kesempatan untuk mencoba membentuk pemerintahan baru. Ia telah mengundang Partai Kiri, Partai Hijau, dan Partai Tengah untuk melakukan pembicaraan. Andersson mengatakan pemilih Swedia telah memilih “arah baru untuk negara kita” dan menyebut iklim, sekolah, layanan kesehatan, perawatan lansia, serta kebijakan imigrasi sebagai sejumlah bidang yang ingin diubah.
Namun, mayoritas tipis tersebut belum otomatis menjamin terbentuknya pemerintahan baru. Partai Tengah menolak pemerintahan yang memberikan posisi menteri kepada Partai Kiri, sedangkan Partai Kiri menginginkan kursi di kabinet. Andersson sebelumnya juga menolak memasukkan Partai Kiri ke dalam pemerintahan yang dipimpin Sosial Demokrat.
Perbedaan itu membuat proses pembentukan pemerintahan berpotensi berlangsung alot. Kristersson menyoroti pertentangan tersebut dengan mengatakan, “Partai Kiri menuntut untuk duduk dalam pemerintahan yang dipimpin Sosial Demokrat, sementara Partai Tengah menuntut agar Partai Kiri tidak duduk dalam pemerintahan tersebut. Jadi, ini terdengar rumit.”
Ketua Parlemen Andreas Norlen selanjutnya akan berkonsultasi dengan para pemimpin partai sebelum mengusulkan kandidat perdana menteri. Riksdag dijadwalkan bersidang pada 28 September, sementara kandidat perdana menteri baru dapat diajukan paling cepat sehari setelahnya.
Swedia sebelumnya juga pernah menghadapi proses pembentukan pemerintahan yang panjang, yakni 37 hari setelah pemilu 2022 dan 134 hari setelah pemilu 2018.
BERITA TERKAIT: