Pada penutupan perdagangan Rabu, 16 September 2026, indeks Dow Jones Industrial Average menjadi yang paling tertekan dengan turun 631,33 poin atau 1,21 persen ke 51.461,78. S&P 500 melemah 33,59 poin atau 0,44 persen menjadi 7.552,14, sedangkan Nasdaq Composite relatif stabil dengan turun 3,15 poin atau 0,01 persen ke 25.978,43.
Pergerakan pasar berlangsung cukup fluktuatif sepanjang sesi. Sebelum keputusan The Fed diumumkan, ketiga indeks utama sempat menguat, didorong pemulihan saham-saham chip yang membantu Nasdaq yang didominasi perusahaan teknologi.
Indeks sektor semikonduktor naik 0,6 persen dan mencatat penguatan signifikan pertamanya sejak munculnya kekhawatiran terkait laju pengembangan teknologi AI.
Namun, tekanan kembali muncul setelah The Fed menaikkan suku bunga suku bunga acuan sebesar 25 basis points (bps) ke 3,75-4,00 persen. Bank sentral AS juga menyatakan kemungkinan pengetatan lebih lanjut dalam waktu dekat untuk menekan inflasi.
Ketua The Fed Kevin Warsh mengatakan ekonomi AS telah menguat sejak pertemuan sebelumnya, tetapi inflasi masih menunjukkan perbaikan yang terbatas.
Tekanan terbesar datang dari sektor energi yang turun 3 persen. Pelemahan harga minyak membuat saham perusahaan energi ikut tertekan, dengan Chevron turun 2,9 persen dan Exxon Mobil merosot 3,5 persen. Devon Energy dan ConocoPhillips bahkan masing-masing kehilangan lebih dari 5 persen.
Di sisi lain, sejumlah saham bergerak berlawanan dengan tren pasar. Intel melonjak 4 persen setelah laporan menyebut SK Hynix tengah membahas kerja sama dengan perusahaan tersebut untuk memproduksi chip memori di Amerika Serikat.
Sementara itu, saham Robinhood anjlok 5,5 persen setelah Senat AS gagal memajukan rancangan undang-undang kripto yang dinilai penting bagi perusahaan aset digital.
Tekanan pasar terlihat dari luasnya penurunan saham. Di Bursa New York, saham yang turun lebih banyak daripada yang naik dengan rasio 1,75 banding 1. Di Nasdaq, sebanyak 2.840 saham melemah, dibandingkan 1.913 saham yang menguat. Volume perdagangan di bursa AS mencapai 18,42 miliar saham, lebih tinggi dibandingkan rata-rata 15,33 miliar saham dalam 20 sesi perdagangan terakhir.
BERITA TERKAIT: