Malaysia Airlines membatalkan 12 penerbangan dari dan menuju Jakarta setelah abu vulkanik terdeteksi di kawasan Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Minggu, 6 September 2026.
"Mengingat situasi yang terus berkembang, Malaysia Airlines memantau perkembangan dengan cermat. Informasi lebih lanjut mengenai penerbangan yang terpengaruh akan diperbarui dan dikomunikasikan langsung kepada pelanggan yang terkena dampak," kata Malaysia Airlines dalam keterangannya.
Malaysia Airlines menyatakan penerbangan yang dibatalkan mencakup MH713, MH712, MH711, MH710, MH717, MH716, MH721, MH720, MH723, MH722, MH725, dan MH724.
Maskapai juga mengingatkan penumpang untuk memastikan data kontak mereka telah diperbarui melalui fitur ‘My Booking’ di situs Malaysia Airlines.
Langkah tersebut diperlukan agar penumpang dapat menerima informasi terbaru mengenai penerbangan terdampak melalui email maupun SMS.
"Penumpang diingatkan untuk memastikan bahwa detail kontak mereka selalu terbarui melalui ‘Pemesanan Saya’ di situs web Malaysia Airlines agar dapat menerima pembaruan tepat waktu melalui email dan SMS," ungkap maskapai.
Sementara itu, Bandara Internasional Soekarno-Hatta sempat ditutup sementara setelah abu vulkanik Anak Krakatau terdeteksi di area bandara.
Kondisi tersebut dilaporkan mengganggu 209 penerbangan dan berdampak terhadap 22.798 penumpang.
Direktur Jenderal Perhubungan Udara Lukman F Laisa mengatakan, 16 penerbangan internasional dibatalkan, tujuh mengalami keterlambatan, dan lima lainnya dijadwal ulang.
Penerbangan terdampak mencakup rute dari dan menuju Kuala Lumpur, Singapura, Hong Kong, Sydney, Seoul/Incheon, Doha, dan Amsterdam.
BERITA TERKAIT: