Sekretaris Utama BMKG Guswanto menjelaskan, belakangan publik menemukan tangkapan layar di media sosial yang mengesankan seolah-olah akun resmi @infoBMKG memberikan jawaban tidak responsif terhadap unggahan Sekretariat Kabinet.
"BMKG menegaskan bahwa tuduhan tersebut sama sekali tidak benar karena pihak yang tidak bertanggung jawab telah menyunting (crop/combine) gambar-gambar tersebut sehingga memicu mispersepsi di masyarakat," ujar Guswanto dalam keterangannya, Jumat, 11 September 2026.
Dia menegaskan, tangkapan layar komentar dari admin @infoBMKG merupakan jawaban atas pertanyaan spesifik salah satu warganet mengenai aktivitas vulkanik. Komentar tersebut bukan bentuk bantahan atau koreksi resmi BMKG terhadap unggahan Sekretariat Kabinet.
"Meskipun data aktivitas erupsi secara primer merupakan wewenang PVMBG-Badan Geologi, isi imbauan Setkab mengenai potensi dampak sebaran debu vulkanik (volcanic ash) dan keselamatan penerbangan tetap menjadi bagian dari ranah operasional analisis meteorologi penerbangan BMKG," ungkapnya.
Guswanto menjelaskan, BMKG merupakan lembaga yang berwenang memantau cuaca, iklim, gempa bumi tektonik, dan tsunami, serta menjadi sumber data sebaran abu vulkanik (volcanic ash) di atmosfer untuk analisis keselamatan penerbangan melalui Volcanic Ash Advisory.
"Sedangkan PVMBG (Badan Geologi KESDM) berwenang penuh memantau aktivitas vulkanik internal gunung api, menetapkan status Waspada, Siaga, dan Awas, serta mengeluarkan peringatan dini erupsi," katanya.
Untuk memperoleh informasi terbaru mengenai sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau, Guswanto meminta masyarakat memantau informasi resmi BMKG melalui laman https://bmkg.go.id/cuaca/satelit/citra-sebaran-abu-vulkanik.
"Sementara itu, untuk mengetahui status aktivitas dan perkembangan gunung api, masyarakat dapat memantau informasi resmi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melalui https://magma.esdm.go.id/," urainya.
Lebih lanjut, BMKG mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dan teliti dalam menyaring informasi di ruang publik. Hal itu penting agar narasi dan interpretasi terhadap pesan yang disampaikan tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.
Demi menjaga iklim komunikasi yang sehat, Guswanto juga memastikan BMKG mengajak rekan-rekan media serta para pembuat konten untuk menyelaraskan kembali caption dan judul narasi yang beredar.
"Langkah sederhana ini sangat berarti agar masyarakat mendapatkan gambaran informasi yang utuh, jujur, dan tidak terpecah belah oleh persepsi yang keliru," ucapnya.
"Mari kita saling menjaga kekondusifan informasi. Kebenaran informasi yang kita rawat bersama menjadi kunci keselamatan kita semua. BMKG mengucapkan terima kasih atas pengertian, sinergi, dan kerja sama yang hangat dari seluruh lapisan masyarakat dan rekan media," demikian Guswanto menambahkan.
BERITA TERKAIT: