Ferron meraih penghargaan kategori Perusahaan Industri Besar, Subkategori Farmasi dan Obat Tradisional Terbaik yang diberikan Kementerian Perindustrian (Kemenperin).
Direktur Utama PT Ferron Par Pharmaceuticals, Benny Sutisna Suwarno, mengatakan penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi pemerintah terhadap konsistensi Dexa Group dalam memenuhi standar halal.
“Kami sangat bersyukur bahwa Dexa Group yang tahun ini diwakili oleh PT Ferron mendapatkan penghargaan IHYA dari Kemenperin. Ini sebagai bukti bahwa Dexa Group menjadi salah satu pionir dalam industri halal, khususnya di industri farmasi,” ujar Benny dikutip Jumat, 25 September 2026.
Benny mengatakan penerapan standar halal di lingkungan Dexa Group bukan sekadar respons terhadap regulasi. Proses tersebut telah dijalankan sejak 2019.
“Sejak 2019, kami telah berkecimpung dalam pemenuhan kaidah halal. Seluruh site dan produk Dexa Group telah memenuhi persyaratan sertifikasi halal,” katanya.
Hingga saat ini, lebih dari 1.800 SKU produk dan seluruh fasilitas produksi Dexa Group telah tersertifikasi halal. Pemenuhan standar halal tersebut juga menjadi bagian dari upaya memperluas akses produk ke pasar internasional.
Ferron tercatat mengekspor secara langsung 16 SKU ke Polandia, Belanda, dan Inggris. Selain itu, sebanyak 105 SKU produk ekspor diproduksi melalui fasilitas Ferron di Cikarang.
Sementara itu, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, sertifikasi halal perlu diikuti dengan peningkatan kapasitas produksi dan perluasan akses pasar.
“Sertifikasi itu bukan tujuan akhir. Pelaku industri juga harus memiliki kapasitas produksi yang baik dan akses pasar yang semakin luas, khususnya pasar-pasar internasional,” ujar Agus.
BERITA TERKAIT: