Pembatalan dilakukan menyusul aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau yang memicu indikasi sebaran abu vulkanik dan berdampak terhadap operasional penerbangan.
Informasi tersebut disampaikan Singapore Airlines melalui unggahan di akun X @SingaporeAir.
Sejumlah penerbangan yang dibatalkan antara lain SQ950, SQ952, SQ956, SQ958, SQ960, SQ962, SQ964, SQ966, SQ968D dan SQ968D untuk rute Singapura-Jakarta, serta SQ953, SQ955, SQ957, SQ959, SQ951D, SQ961, SQ963, SQ965 dan SQ967 untuk rute Jakarta-Singapura.
“Akibat aktivitas vulkanik yang disebabkan oleh letusan Gunung Anak Krakatau di Indonesia, penerbangan Singapore Airlines berikut ini telah dibatalkan,” demikian pernyataan SIA.
Maskapai mengingatkan situasi masih dinamis sehingga penerbangan SIA lainnya antara Singapura dan Indonesia juga berpotensi terdampak.
Pelanggan diminta memantau status penerbangan melalui laman Flight Status serta memperbarui informasi kontak melalui fitur “Manage Booking” untuk memperoleh pemberitahuan terbaru.
Sebelumnya PT Angkasa Pura Indonesia (Persero) atau InJourney Airports mengimbau calon penumpang memperhatikan informasi terbaru terkait jadwal penerbangan menyusul penutupan sementara Bandara Soekarno-Hatta pada pukul 01.30-05.30 WIB berdasarkan NOTAM A3341/26.
Penutupan dilakukan setelah hasil paper test menunjukkan indikasi sebaran abu vulkanik di Bandara Soekarno-Hatta.
“Total terdapat 33 penerbangan terdampak di Bandara Soekarno-Hatta. Di rute internasional terdapat 16 pembatalan, 7 penundaan, dan 5 penjadwalan kembali. Sementara pada rute domestik terdapat 4 pembatalan dan 1 dialihkan ke bandara lain,” ucap Corporate Secretary Group Head InJourney, Arie Ahsanurrohim dalam keterangan yang diterima redaksi di Jakarta, Minggu, 6 September 2026.
Status Aerodrome Closed akibat indikasi sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau juga ditetapkan di Bandara Radin Inten II Lampung pada pukul 07.00-08.00 WIB.
“Menyusul kondisi terkini, InJourney Airports sudah mengaktifkan prosedur penanganan penumpang terdampak melalui Service Recovery Activation (SRA) di Bandara Soekarno-Hatta,” jelas Arie.
SRA tersebut mencakup penyediaan makanan dan minuman ringan, bus menuju hotel melalui koordinasi dengan maskapai, serta area khusus bagi penumpang terdampak.
BERITA TERKAIT: