Usai Dimediasi Kemenhaj, Jemaah Umrah AAT Kantongi Tiket Pergi-Pulang

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/reni-erina-1'>RENI ERINA</a>
LAPORAN: RENI ERINA
  • Rabu, 02 September 2026, 15:12 WIB
Usai Dimediasi Kemenhaj, Jemaah Umrah AAT Kantongi Tiket Pergi-Pulang
Mediasi di Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Jawa Timur (Foto: Istimewa)
Kecil Besar
rmol news logo Kementerian Haji dan Umrah memastikan persoalan keberangkatan jemaah umrah PT Annisa Ahmada Travelindo (AAT) telah menemukan titik terang. Kepastian tersebut diperoleh melalui mediasi yang digelar di Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Jawa Timur.

Dalam mediasi tersebut, dipastikan seluruh tiket perjalanan pergi-pulang jemaah umrah AAT telah diterbitkan.

Mediasi berlangsung di Sidoarjo, Senin 31 Agustus 2026, dengan menghadirkan pihak AAT, KBIHU Muslimat NU Jombang, serta perwakilan jemaah. Direktur Bina Haji Khusus dan Umrah Akhmad Fauzin, Kasubdit Bina Umrah Edayanti, dan jajaran Kanwil Kementerian Haji dan Umrah Jawa Timur turut mengikuti pertemuan tersebut.

Berdasarkan kesepakatan hasil mediasi, AAT berkomitmen memberangkatkan dan memulangkan seluruh jemaah sesuai jadwal yang tertera dalam tiket. Pihak travel juga bertanggung jawab memastikan seluruh layanan jemaah selama berada di Arab Saudi hingga kembali ke Indonesia.

“Yang utama adalah memastikan jemaah mendapat kepastian. Dengan seluruh tiket pergi dan pulang yang sudah terbit, jemaah dapat berangkat dan kembali sesuai tiket yang telah ditetapkan,” ujar Fauzin.

Fauzin menegaskan, kepastian tiket tersebut harus dibarengi dengan pelaksanaan seluruh kesepakatan secara bertanggung jawab. AAT diminta memastikan hak serta layanan jemaah terpenuhi sejak proses keberangkatan hingga kepulangan ke Tanah Air.

Sementara itu, Kasubdit Bina Umrah Edayanti berharap hasil kesepakatan dapat memberikan rasa aman bagi para jemaah. Menurutnya, seluruh pihak harus menjalankan komitmen yang telah disepakati dalam mediasi.

Selain memastikan penerbitan tiket, kesepakatan tersebut juga memuat sejumlah opsi apabila keberangkatan tidak dapat terlaksana sesuai ketentuan. Jemaah dapat memilih untuk tetap berangkat dengan jaminan tiket kepulangan, menjadwalkan kembali keberangkatan, atau mendapatkan pengembalian dana (refund) sesuai ketentuan yang telah disepakati.

Kementerian Haji dan Umrah bersama Kanwil Kementerian Haji dan Umrah Jawa Timur akan terus mendorong pelaksanaan hasil kesepakatan tersebut. Upaya ini dilakukan untuk memastikan keberangkatan jemaah berjalan sesuai ketentuan sekaligus menjamin perlindungan terhadap hak-hak jemaah umrah. rmol news logo article


Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
EDITOR: RENI ERINA

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA