Haji 2027 Lebih Berat, Capaian 93,2 Persen Tak Boleh Bikin Kemenhaj Lengah

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/reni-erina-1'>RENI ERINA</a>
LAPORAN: RENI ERINA
  • Selasa, 15 September 2026, 07:02 WIB
Haji 2027 Lebih Berat, Capaian 93,2 Persen Tak Boleh Bikin Kemenhaj Lengah
Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Mochamad Irfan Yusuf (Foto: Kemenhaj)
Kecil Besar
rmol news logo Capaian penyelenggaraan ibadah haji 2026 menjadi pijakan penting bagi Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) untuk meningkatkan kualitas pelayanan. 

Namun, Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Mochamad Irfan Yusuf mengingatkan jajarannya agar tidak terlena dengan hasil yang telah diraih.

Menurut Irfan, penyelenggaraan haji pada 2027 justru akan menghadirkan tantangan yang lebih berat. Karena itu, pengalaman dari musim haji sebelumnya harus dimanfaatkan untuk memperbaiki pelayanan, bukan menjadi alasan untuk merasa seluruh persoalan telah terselesaikan.

“Kadang kita berpikir tahun pertama berat, tahun kedua akan lebih mudah karena kita sudah mengetahui masalahnya. Tetapi 2027 justru menjadi tahun yang lebih berat,” ujar Menhaj dalam agenda Doa dan Zikir Hari Khidmat Haji dan Umrah di Kantor Kementerian Haji dan Umrah RI di Jakarta, Senin 14 September 2026.

Kemenhaj sendiri resmi dibentuk pada 8 September 2025. Sejak berdiri, kementerian tersebut mulai membangun sistem sekaligus menjalankan mandat penyelenggaraan haji dengan dukungan jajaran yang berasal dari berbagai kementerian dan lembaga.

Musim haji 2026 menjadi pengalaman penting bagi Kemenhaj dalam membangun tata kelola sekaligus meningkatkan pelayanan kepada jemaah. Salah satu indikatornya terlihat dari hasil survei yang mencatat tingkat kepuasan jemaah mencapai 93,2 persen.

Meski demikian, capaian tersebut dinilai belum menjadi alasan untuk mengendurkan langkah perbaikan. Irfan mengatakan perubahan kebijakan yang berlangsung di Arab Saudi serta dinamika biaya penyelenggaraan haji menjadi tantangan yang perlu diantisipasi untuk musim berikutnya.

“Kalau tahun ini kita mendapatkan penilaian 93,2 persen, tahun depan harus lebih dari itu. Kita tidak bisa leha-leha. Tantangannya jauh lebih berat,” tegasnya.

Irfan meminta pengalaman yang diperoleh selama dua musim haji terakhir menjadi bahan evaluasi untuk membenahi berbagai kekurangan. Pengetahuan terhadap persoalan yang muncul selama penyelenggaraan haji, kata dia, seharusnya membuat jajaran Kemenhaj semakin siap bekerja, bukan merasa bahwa seluruh persoalan akan lebih mudah dihadapi.

Karena itu, seluruh aparatur sipil negara (ASN) Kemenhaj diminta memperkuat koordinasi, mengevaluasi berbagai kelemahan, serta terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada jemaah.

Kekompakan tim juga menjadi perhatian Menhaj. Menurutnya, jajaran Kemenhaj kini memiliki pengalaman dan pemahaman yang lebih baik mengenai berbagai persoalan penyelenggaraan haji. Modal tersebut harus digunakan untuk menghadapi tantangan yang semakin kompleks.

“Jangan sampai karena kita sudah tahu masalahnya, kita kemudian merasa semuanya mudah. Justru karena kita sudah tahu, kita harus bekerja lebih baik,” katanya.

Irfan berharap capaian penyelenggaraan haji 2026 menjadi fondasi untuk menghadirkan pelayanan yang lebih baik pada 2027. Ia menegaskan bahwa keberhasilan tidak cukup hanya dengan mempertahankan capaian yang sudah ada, tetapi harus diwujudkan melalui peningkatan kualitas pengalaman jemaah agar semakin aman, nyaman, mudah, dan bermakna. rmol news logo article


Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
EDITOR: RENI ERINA

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA