Pada penyelenggaraan haji 1447 Hijriah/2026 Masehi, jemaah haji reguler membayar Biaya Perjalanan Ibadah Haji (BIPIH) setelah dikurangi setoran awal dan nilai manfaat yang diberikan pemerintah.
Untuk musim haji berikutnya, pemerintah kini masih menghitung angka yang dinilai paling layak bagi jemaah. Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf atau Gus Irfan mengatakan pembahasan besaran biaya yang harus dibayar jemaah telah mencapai sekitar 85 persen.
"... haji kita sedang bicara terus, kita menghitung terus, eh untuk memastikan, menetapkan berapa angka yang paling layak. Dan sampai hari ini belum, mungkin belum 100 persen selesai masih sekitar 85 persen. Insya Allah dalam satu minggu ke depan kita akan bisa ada kesepakatan tentang angka yang harus dibayar oleh Jemaah," kata Gus Irfan dalam Kegiatan Doa dan Zikir Hari Khidmat Haji dan Umrah serta Launching Hotline "Bongkar Mafia Haji dan Umrah", di Jakarta, Senin 14 September 2026.
Dengan demikian, pemerintah menargetkan kesepakatan mengenai besaran biaya haji dapat dicapai dalam satu pekan ke depan. Setelah disepakati, angka tersebut akan diajukan kepada Presiden untuk ditetapkan melalui Keputusan Presiden (Keppres).
Di tengah proses penetapan biaya tersebut, Irfan meminta calon jemaah mulai mempersiapkan berbagai kebutuhan sejak dini. Sebab, menunaikan ibadah haji bukan sekadar soal memastikan tiket keberangkatan dan melunasi biaya perjalanan. Jemaah juga dituntut mempersiapkan fisik, mental, dan kemampuan finansial agar perjalanan panjang menuju Tanah Suci dapat dijalani dengan baik.
"Para jemaah siap-siap. Saya minta pertama tentu menyiapkan fisik maupun mental, dan juga menyiapkan keuangan. Tapi yang lebih penting lagi menyiapkan fisik. Jangan sampai sudah bayar lengkap tapi ketika mau berangkat tidak bisa karena fisiknya tidak siap, atau sudah siap tapi sampai di sana sakit, ini juga menjadi eh kendala buat para jemaah. Tolong disiapkan semuanya. Saya kira itu," ujarnya.
Irfan menekankan, kesiapan fisik menjadi perhatian penting karena rangkaian ibadah haji membutuhkan kondisi tubuh yang prima. Karena itu, calon jemaah diminta tidak menunggu hingga waktu keberangkatan untuk mulai mempersiapkan diri.
Selain kondisi fisik dan mental, kemampuan finansial tetap perlu dipersiapkan sembari pemerintah merampungkan angka biaya haji yang akan ditetapkan.
BERITA TERKAIT: