Akhir Pekan Bitcoin Masih Bertahan di Level 70.000 Dolar AS

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/reni-erina-1'>RENI ERINA</a>
LAPORAN: RENI ERINA
  • Sabtu, 14 Maret 2026, 13:18 WIB
Akhir Pekan Bitcoin Masih Bertahan di Level 70.000 Dolar AS
Ilustrasi (RMOL via Gemini AI)
rmol news logo Harga Bitcoin masih stabil di kisaran 70.000 Dolar AS pada Sabtu siang, 14 Maret 2026, menurut data CoinMarketCap.

Dalam beberapa hari terakhir Bitcoin berada di posisi yang cukup stabil. Salah satu pemicunya adalah pernyataan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang mengisyaratkan bahwa konflik dengan Iran berpotensi segera berakhir. Komentar itu langsung memicu reaksi cepat di berbagai platform media sosial dan komunitas kripto, karena para pelaku pasar mulai menilai ulang risiko yang sebelumnya membebani pasar.

Sebelumnya, harga Bitcoin mengalami tekanan akibat koreksi pasar yang cukup panjang. Namun setelah situasi global sedikit mereda dan kondisi likuiditas membaik, para trader mulai kembali membuka posisi setelah harga aset kripto terbesar di dunia itu bertahan di dekat titik terendah siklus sebelumnya.

Data dari platform analitik kripto Santiment menunjukkan bahwa percakapan di media sosial berubah menjadi lebih positif setelah sebelumnya sempat sangat negatif pada awal pekan. Peningkatan sentimen ini terlihat dari melonjaknya komentar optimistis di berbagai platform seperti X, Reddit, dan Telegram.

Perubahan tersebut terjadi karena banyak trader menafsirkan pernyataan Trump sebagai sinyal bahwa tekanan geopolitik kemungkinan akan mereda. 

Chief Investment Officer Merkle Tree Capital, Ryan McMillin, mengatakan bahwa ada beberapa faktor yang membantu perubahan sentimen pasar. Salah satunya adalah kemampuan Bitcoin bertahan stabil di tengah gejolak geopolitik.

Permintaan dari institusi juga turut menopang harga. Perusahaan investasi kripto Strategy diketahui membeli hampir 18.000 Bitcoin dalam sepekan terakhir sebelum melakukan pembelian tambahan beberapa waktu kemudian.

Aktivitas pembelian oleh perusahaan besar ini meningkatkan kepercayaan trader karena dianggap sebagai sinyal permintaan jangka panjang. Menurut McMillin, akumulasi institusi dapat mengurangi tekanan penurunan harga bahkan saat kondisi makro masih tidak pasti.

Analis dari BTC Markets, Rachael Lucas, mengatakan bahwa keberhasilan Bitcoin menembus level resistensi penting memiliki dampak psikologis besar bagi pasar.

"Fenomena ini umum terjadi di pasar kripto. Banyak investor menjadikan level resistensi sebagai sinyal konfirmasi bahwa tren naik mungkin sedang dimulai," kata Lucas.

Meski harga sudah kembali naik, indikator sentimen pasar masih menunjukkan kehati-hatian. Data dari Alternative.me menunjukkan bahwa Crypto Fear and Greed Index masih berada di angka 15, yang menandakan kondisi “ketakutan ekstrem” di pasar.

Sementara itu, data dari Google melalui layanan Google Trends menunjukkan minat pencarian terhadap Bitcoin berada di angka sekitar 71, masih di bawah puncak minat yang terjadi awal bulan ini.

Namun risiko geopolitik masih menjadi faktor penting yang dapat memengaruhi harga. Jika konflik di Timur Tengah kembali meningkat, sentimen pasar bisa dengan cepat berubah dan mengganggu pemulihan yang sedang berlangsung.

Dalam jangka pendek, level 80.000 Dolar AS diperkirakan menjadi ujian berikutnya bagi Bitcoin, karena di area tersebut terdapat banyak posisi jual yang berpotensi memicu volatilitas tinggi di pasar.rmol news logo article
EDITOR: RENI ERINA

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA