Kenaikan ini sejalan dengan sentimen positif global, di mana aset berisiko ikut terdorong oleh membaiknya kondisi makro.
Salah satu pendorong utama kenaikan adalah masuknya dana institusional melalui ETF Bitcoin spot di AS. Dalam tiga hari terakhir, ETF mencatat arus masuk bersih, termasuk tambahan sekitar 532 juta Dolar AS pada 4 Mei. Ini menunjukkan kepercayaan investor besar mulai pulih setelah sempat terjadi arus keluar sebelumnya.
Selain itu, meredanya ketegangan geopolitik, khususnya antara AS dan Iran, turut memperbaiki sentimen pasar. Kondisi ini mendorong investor kembali berani mengambil risiko (risk-on), yang berdampak positif pada aset seperti Bitcoin.
Dari sisi teknikal, lonjakan harga juga dipicu oleh fenomena short squeeze. Saat Bitcoin menembus 80.000 Dolar AS, banyak posisi short terlikuidasi -- mencapai sekitar 111 juta Dolar AS dalam sehari -- sehingga mempercepat kenaikan harga.
Ke depan, pergerakan Bitcoin akan sangat ditentukan oleh kemampuannya bertahan di atas level 80.000 Dolar AS.
Jika mampu menembus resistance di kisaran 83.400 Dolar AS (SMA 200 hari), harga berpotensi melanjutkan kenaikan ke sekitar 89.000 Dolar AS. Sebaliknya, jika gagal, harga bisa kembali terkoreksi ke area 78.000-76.000 Dolar AS.
Secara umum, tren masih mengarah naik, ditopang oleh masuknya dana besar dan kondisi global yang lebih kondusif. Meski begitu, pergerakan berikutnya tetap bergantung pada respons pasar terhadap data ekonomi AS yang akan segera dirilis.
BERITA TERKAIT: