Kenaikan kali ini terutama didorong oleh permintaan kuat dari investor institusional melalui ETF, serta meredanya ketegangan geopolitik global. Menariknya, pergerakan Bitcoin saat ini sangat sejalan dengan pasar saham, dengan korelasi mencapai 97 persen terhadap S&P 500, yang menunjukkan pengaruh faktor makro yang sama.
Faktor utama pertama penguatan harga adalah derasnya arus dana institusional dan kondisi geopolitik yang lebih stabil. ETF Bitcoin spot mencatat arus masuk bersih sebesar 824 juta Dolar AS dalam sepekan terakhir hingga 24 April, melanjutkan tren positif selama empat minggu berturut-turut. Situasi global yang lebih tenang, termasuk meredanya ketegangan di Timur Tengah dan kembali normalnya jalur perdagangan seperti Selat Hormuz, ikut memperbaiki sentimen pasar.
Di sisi lain, perusahaan seperti MicroStrategy juga terus menambah kepemilikan Bitcoin dalam jumlah besar, memperkuat kepercayaan pasar.
Faktor kedua berasal dari dinamika pasar derivatif dan analisis teknikal. Terjadi lonjakan likuidasi sebesar 286 persen dalam 24 jam menjadi sekitar 37,9 juta Dolar AS, dengan mayoritas berasal dari posisi short (taruhan harga turun).
Kondisi ini memicu apa yang disebut “short squeeze”, yaitu ketika pelaku pasar yang bertaruh turun terpaksa menutup posisi mereka, sehingga justru mendorong harga naik lebih cepat.
Secara teknikal, Bitcoin juga berhasil menembus level penting Fibonacci di sekitar 78.980 Dolar AS, sementara indikator RSI berada di 75,7. Ini menandakan momentum kenaikan yang masih kuat.
Ke depan, arah Bitcoin dalam jangka pendek akan sangat ditentukan oleh kemampuannya menembus level resistensi berikutnya. Saat ini terdapat “tembok” pasokan di kisaran 82.000 Dolar AS, yang berasal dari harga rata-rata pembelian investor jangka pendek. Jika harga mampu ditutup stabil di atas 79.500 Dolar AS, peluang untuk menguji level tersebut semakin terbuka.
Selain itu, perhatian pasar juga tertuju pada pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) yang berakhir 29 April. Jika kebijakan tetap ketat (hawkish), kenaikan Bitcoin bisa tertahan. Namun, jika ada sinyal pelonggaran (dovish) yang tidak terduga, hal ini berpotensi menjadi katalis baru yang mendorong harga naik lebih lanjut.
BERITA TERKAIT: