Prematur Menilai Kinerja BPJS Ketenagakerjaan Dalam Umur Jagung

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/'></a>
LAPORAN:
  • Senin, 11 April 2016, 08:08 WIB
Prematur Menilai Kinerja BPJS Ketenagakerjaan Dalam Umur Jagung
Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan:net
rmol news logo Dianggap hanya menerus­kan pelayanan lama serta minim tero­bosan, jajaran direksi Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan dide­sak untuk segera dilakukan evaluasi.

Koordinator Wilayah Jakarta Masyarakat Peduli BPJS Ali Sadikin mengklaim, tidak adanya perubahan mendasar pengelolaan dan pelayanan BPJS Ketenagakerjaan pada jajaran direksi yang ba­ru menunjukkan buang-buang waktu bila meneruskan kepemimpinan BPJS kali ini.

"Direksi Ketenagakerjaan sudah masuk angin, lamban, tidak punya program jelas, cloning, profit oriented, gagal paham visi Jamsos, tidak berpihak kepada masyarakat, miskin terobosan, segera saja di­evaluasi keberadaan mereka ini," katanya.

Ali pun mengklaim da­lam Rapat Koordinasi Nasional Masyarakat Peduli BPJS yang rencananya digelar pada 30 April-1 Mei mendatang, memasukkan agenda pem­bangkangan BPJS Tenaga Kerja.

Dihubungi terpisah, Direktur Eksekutif Pusat Kajian Jaminan Sosial Nasional (PKJSN) Ridwan Sijabat menilai, dalam kurun kerja dua bulan belum bisa dilakukan penilaian terhadap direksi BPJS Ketenagakerjaan. "Apalagi, direksi BPJS Ketenagakerjaan bekerja dengan diikat peraturan dan sudah jelas program yang dijalankan," terangnya.

Ridwan menilai, direksi BPJS Ketenagakerjaan justru bekerja dengan hati-hati, karena memang yang dikelola adalah dana para pekerja yang tidak bisa dilakukan sembarangan.

"Stakeholdernya para pekerja, pengelolaan dana pun mesti dilakukan dengan prudent bersandarkan aturan-aturan yang sudah ditetapkan pemerintah," terangnya.

Dia berharap percepatan perlindungan jaminan sosial bagi para pekerja di seluruh Indonesia bisa dilakukan di tengah pemahaman masyarakat yang masih minim terkait dengan perlindungan sosial.

"Ini memang menjadi tantangan terbesar dari waktu ke waktu yang mesti dilakukan direksi baru dengan mengembangkan pola-pola yang terus berkembang setiap masa. Karena itu, mestinya semua pihak berkepentingan melakukan sosialisasi pemahamanan jaminan sosial ke segenap lapisan masyarakat sehingga tujuan perlindungan sosial bagi seluruh warganegara terwujud," imbuhnya.

Masyarakat Peduli BPJS (MP BPJS) mengklaim bagian dari kelompok masyarakat sipil yang fokus terhadap penyelenggaraan jaminan sosial.[wid]




FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA