Menurut laporan Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya, dalam pertemuan tersebut Prabowo dan Rosan menyoroti peran Danantara sebagai instrumen strategis untuk mengoptimalkan aset negara sekaligus membuka peluang investasi baru.
Berbagai sektor dinilai memiliki prospek besar untuk dikembangkan, termasuk pariwisata dan ekonomi kreatif yang mampu memberikan efek berganda terhadap perekonomian nasional.
“Peluang pertumbuhan ekonomi baru yang dapat didorong oleh Danantara, termasuk penguatan sektor pariwisata melalui penyelenggaraan event olahraga, konser musik, hingga industri kreatif yang mampu menciptakan lapangan kerja, menarik investasi, dan meningkatkan perputaran ekonomi nasional,” kata Teddy.
Selain membahas sumber pertumbuhan baru, keduanya juga mengevaluasi perkembangan program konsolidasi serta transformasi BUMN yang tengah berjalan.
Teddy mencatat, dari sekitar 1.077 entitas BUMN, sebanyak 258 telah berhasil dikonsolidasikan dengan target penambahan sekitar 300 entitas dalam waktu dekat.
Upaya tersebut dipandang penting untuk menciptakan perusahaan negara yang lebih efisien, kompetitif, dan memiliki tata kelola yang lebih baik sehingga mampu memberikan kontribusi maksimal bagi perekonomian.
"Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi, memperkuat tata kelola, serta mengurangi beban biaya yang selama ini ditanggung negara,” pungkas Teddy.
BERITA TERKAIT: