Kenaikan ini menjadi salah satu penguatan terbesar saham Intel dalam beberapa waktu terakhir dan menunjukkan optimisme investor terhadap prospek perusahaan semikonduktor tersebut.
Trump menyampaikan pengumuman itu melalui media sosial Truth Social. Menurutnya, Apple telah sepakat bekerja sama dengan Intel untuk mendesain dan membangun chip di dalam negeri sebagai bagian dari upaya mengembalikan industri semikonduktor ke Amerika Serikat.
"Apple telah setuju bekerja sama dengan Intel untuk merancang dan membangun chip di Amerika," tulis Trump di Truth Social, dikutip Sabtu 20 Juni 2026.
Trump juga mengkritik kebijakan pemerintah AS di masa lalu yang dinilai membuat negara lain, terutama Taiwan, mengambil alih dominasi industri semikonduktor global.
Kabar tersebut langsung mendapat respons positif dari pasar. Saham Intel (INTC) sempat melonjak hingga 10 persdn, sementara secara keseluruhan saham perusahaan itu sudah mencatatkan kenaikan signifikan dalam beberapa waktu terakhir.
Selama beberapa tahun terakhir, Intel menghadapi berbagai tantangan dan kehilangan posisi dominannya di industri chip global. Perusahaan ini tertinggal dari sejumlah pesaing setelah mengalami keterlambatan dalam pengembangan teknologi dan menghadapi persaingan ketat di sektor kecerdasan buatan (AI).
Namun, rencana kerja sama dengan Apple dipandang sebagai peluang besar untuk memperkuat kembali posisi Intel di industri semikonduktor.
Investor juga melihat langkah ini sebagai bagian dari strategi pemerintah AS untuk mengurangi ketergantungan pada produksi chip dari luar negeri dan memperkuat rantai pasok teknologi domestik.
Meski demikian, rincian mengenai nilai investasi, kapasitas produksi, maupun jadwal pelaksanaan kerja sama tersebut belum diumumkan secara resmi.

BERITA TERKAIT: