Konflik Iran-AS Mereda

Harga Pertamax Cs Diprediksi Turun pada Juli 2026

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/alifia-dwi-ramandhita-1'>ALIFIA DWI RAMANDHITA</a>
LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA
  • Minggu, 21 Juni 2026, 03:10 WIB
Harga Pertamax Cs Diprediksi Turun pada Juli 2026
SPBU Pertamina. (Foto: Istimewa)
rmol news logo Rencana penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi berpeluang terjadi pada awal Juli 2026 seiring meredanya konflik geopolitik di kawasan Teluk.

Pengamat mata uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi menilai harga minyak dunia akan stabil di level 70-80 Dolar AS per barel, sehingga memungkinkan pemerintah menurunkan harga sejumlah produk BBM nonsubsidi.

“Terutama adalah Pertamax, Pertamax Green, kemudian Pertamax Turbo dan lain-lainnya," kata Ibrahim dalam keterangannya pada Sabtu 20 Juni 2026.

Menurutnya, meski peluang penurunan harga bensin nonsubsidi terbuka lebar, keputusan akhir tetap berada di tangan pemerintah.

"Nah ya tinggal tunggu saja apakah komit dari pemerintah ini akan dilakukan ya di awal bulan ini atau tidak? Kita bisa lihat nanti saja," kata Ibrahim.

Ia menambahkan, selama harga minyak mentah dunia tetap berada di bawah level 80 Dolar AS per barel, pemerintah dinilai masih memiliki ruang untuk menyesuaikan harga BBM nonsubsidi ke level yang lebih rendah.

"Tapi saya masih optimis. Harga minyak masih di bawah 80, pemerintah masih bisa untuk menurunkan BBM non-subsidi," pungkas Ibrahim.rmol news logo article

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA