Menteri Perencanaan PembaÂngunan Nasional/Kepala Badan PeÂrencanaan Pembangunan NaÂsional (PPN/Bappenas) Armida S Alisjahbana mengatakan, kenaiÂkan harga pangan berpengaruh besar terhadap tingkat kemisÂkiÂnan di Indonesia. Dia berharap, kenaikan bisa reda pada Maret-April 2013.
“Inflasi cukup tinggi karena kenaiÂkan harga pangan, nah damÂÂpakÂnya sangat besar terhaÂdap keÂmisÂkinan. Kami harapkan kondisi ini tidak berlanjut,†ujarnya di JaÂkarta, kemarin.
Apalagi, menurut Armida, keÂmenterian yang dipimpinnya memÂpunyai target untuk menuÂrunkan angka kemiskinan. Di mana kesenjangan stabilitas ekoÂnomi makro dan harga menjadi faktor krusial untuk mencapai target inflasi 4,9 persen tahun ini.
Oleh sebab itu, pemerintah haÂrus segera mengidentifikasi dan menindaklanjuti menurunkan angka inflasi di bulan-bulan menÂdatang terkait dengan gejolak harga pangan di tanah air.
“Kalau masalah pangan intinya ada di pasokan dan permintaan, kelanÂcaran antara pasokan dan perÂminÂtaan. Juga siklus keterÂseÂdiaan pasokan dari produksi daÂlam negeri. Ketersediaan itu yang harus dijaga supaya tidak ada lonjakan harga,†papar Armida.
Menanggapi lonjakan harga pangan tersebut, Menko PerekoÂnomian Hatta Rajasa mengaku belum niat membuka kran impor dalam waktu dekat ini. Hatta menuding banjir sebagai penyeÂbab meÂnyusutnya keterÂsediaan paÂngan.
“Sebetulnya Januari-Februari itu memang inflasi, didorong sekÂtÂor pangan terutama musim paÂceklik. Yang pertama dari anaÂlis itu menurun karena banjir dan beÂberapa sektor produksi sehingÂga suplainya menurun,†ujarnya.
Saat ini, pemerintah lebih memÂfokuskan stabilitas pasokan dan permintaan pasar dalam neÂgeri. Kestabilan pasokan dan perÂmintaan pasar diharapkan bisa meÂnekan inflasi seminimal mungkin.
Kepala Badan Kebijakan FisÂkal (BKF) Kementerian KeuaÂngan Bambang Brodjonegoro berharap, pemerintah dapat meÂmanfaatkan momentum Maret-April 2013 untuk mengatasi keÂbijakan pangan.
Periode itu dianggap menentuÂkan, tidak terulangnya kembali laju inflasi tinggi di bulan-bulan menÂdatang. Menurutnya, capaian inflasi di Februari 2013 meruÂpakan imbas dari beberapa harga pangan yang terganggu regulasi impornya.
“Harga buah dan daging menÂjaÂdi mahal, maka dari itu KemenÂterian Pertanian (Kementan) haÂrus betul-betul memperhatikan kebijakan tersebut,†jelas anak buah Menteri Keuangan Agus Martowardojo ini.
Bambang juga mengimbau KeÂmenterian Pertanian jangan haÂnya terpaku pada kepentingan swasembada, tapi juga melihat pengaruh inflasi. Kenaikan harÂga komoditas yang tinggi justru akan membuat masyarakat meÂrugi seÂcara keseluruhan.
Menurut dia, ke depannya keÂbijaÂkan pangan dapat dikoorÂdinaÂsikan dengan Menteri KoorÂdiÂnator Bidang Perekonomian unÂtuk mengatasi permasalahan terÂsebut. “Ya pasti daya beli maÂsyaÂrakat dalam setahun ini akan berÂpengaruh. Mudah-mudahan MaÂret-April 2013 bisa dinetraliÂsir lah,†harap Bambang.
Pengamat pertanian dari InstiÂtut Pertanian Bogor (IPB) HerÂmanto Siregar mewanti-wanti pemeÂrintah soal ancaman kenaiÂkan harga beras April menÂdaÂtang. Pasalnya, musim panen telah usai.
Hermanto menuturkan, umumÂnya kenaikan harga bahan pangan terjadi lantaran musim panen yang usai sehingga pasokan muÂlai berkurang. Namun, untuk koÂmoditas pangan hortikultura seÂperti bawang putih, bawang meÂrah dan cabe merah, kenaikan harganya lantaran tidak panen.
Dia juga memperkirakan baÂwang merah dan cabe merah baÂkal mengalami kenaikan harga pada pertengahan tahun ini, lanÂtaran sudah bukan musim paÂnen.
Jadi, pada dasarnya pasokan peÂtani yang kurang mengÂakibatkan harga naik.
Kepala Ekonom Danareksa Research Institute Purbaya YuÂdhi Sadewa mengatakan, indeks keÂpercayaan konsumen mengaÂlami penurunan akibat kenaikan harga pangan yang terjadi dalam dua bulan terakhir ini.
Menurutnya, hal itu tercermin dari survei indeks kepercayaan konsumen versi Danareksa ReÂsearch Institute. Hasilnya, indeks keÂperÂcayaan konsumen pada FebÂruari 2013 turun ke level teÂrendah dalam lima bulan terakhir yaitu turun 2,7 persen menjadi 92,3 persen. Sebagai catatan, level di atas 100 pertanda konsumen optimistis atau level positif. [Harian Rakyat Merdeka]
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
BERITA TERKAIT: