Dalam transaksi tersebut, Aditya Birla Renewables Limited (ABRen), anak usaha Grasim Industries, akan mengakuisisi 100 persen saham Solenergi Power Private Limited yang mengelola Sprng Energy dari Shell Overseas Investment BV. Nilai perusahaan (enterprise value) Sprng Energy mencapai sekitar 172 miliar rupee India, menjadikannya salah satu transaksi akuisisi energi terbarukan terbesar di India.
Melalui akuisisi tersebut, ABRen akan menambah portofolio pembangkit listrik tenaga surya dan angin berkapasitas sekitar 5 gigawatt peak (GWp), yang terdiri atas 3,3 GWp aset operasional dan 1,7 GWp proyek yang masih dalam pembangunan. Setelah digabungkan dengan aset yang telah dimiliki, kapasitas pembangkit ABRen diperkirakan meningkat menjadi sekitar 9,3 GWp.
Akuisisi ini didanai melalui kombinasi utang dan modal sendiri dengan dukungan Global Infrastructure Partners, bagian dari BlackRock.
Ketua Aditya Birla Group, Kumar Mangalam Birla, mengatakan transaksi tersebut menjadi langkah strategis untuk mendukung transisi energi di India.
"Langkah ini mencerminkan komitmen kami terhadap transisi energi India," ujarnya.
Direktur ABRen, Aryaman Vikram Birla, menambahkan akuisisi itu akan mempercepat ekspansi perusahaan dalam pengembangan energi bersih.
"Akuisisi ini mempercepat rencana kami untuk meningkatkan kapasitas hingga melampaui 20 GWp," katanya.
Bagi Shell, divestasi Sprng Energy merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk merampingkan portofolio bisnis global dan memfokuskan investasi pada lini usaha yang dinilai lebih menguntungkan.
Sentimen positif dari aksi korporasi tersebut turut mengangkat kinerja saham Shell. Pada penutupan perdagangan Senin, saham perusahaan naik 2,32 persen ke level 3.109 pence, seiring optimisme investor terhadap prospek pendapatan yang juga didukung kenaikan harga minyak dunia.
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
BERITA TERKAIT: