Kepala Badan Pangan Nasional sekaligus Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa pemerintah tidak akan membuka kembali impor beras konsumsi. Sejak 2025, kata dia, tidak ada izin impor beras medium yang diterbitkan.
“Stok kita per hari ini sekitar 5,2 juta ton dan stok kita aman. Yang terpenting, sejak tahun 2025 tidak ada izin impor beras medium yang dikeluarkan sampai sekarang,” kata Amran.
Besarnya stok nasional membuat Bulog harus menyewa tambahan gudang dengan kapasitas sekitar 2,2 juta ton. Amran bahkan mengajak pihak-pihak yang masih meragukan ketersediaan beras nasional untuk melihat langsung kondisi gudang Bulog di berbagai daerah.
Laporan Food Outlook FAO Juni 2026 memperkirakan stok beras Indonesia akan terus meningkat. Cadangan beras nasional diproyeksikan mencapai 7,5 juta ton pada periode 2025/2026 dan naik menjadi 7,8 juta ton pada 2026/2027.
Peningkatan stok tersebut dinilai membuka peluang bagi Indonesia untuk menjadi eksportir beras di masa mendatang. Selain itu, pemerintah juga mencatat bahwa beras tidak lagi menjadi penyumbang utama inflasi selama dua tahun berturut-turut.
Kondisi ini dipandang sebagai indikator membaiknya tata kelola perberasan nasional, mulai dari produksi, penyimpanan cadangan, hingga pengendalian harga pangan di dalam negeri.
BERITA TERKAIT: