Pemerintah Optimistis Swasembada Beras Berlanjut, Cadangan Nasional Terjaga

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/reni-erina-1'>RENI ERINA</a>
LAPORAN: RENI ERINA
  • Senin, 22 Juni 2026, 10:30 WIB
Pemerintah Optimistis Swasembada Beras Berlanjut, Cadangan Nasional Terjaga
Pedagang beras di pasar ttradisional (Foto: babbe)
rmol news logo Pemerintah memastikan ketersediaan beras nasional dalam kondisi aman dengan stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang dikelola Perum Bulog mencapai sekitar 5,2 juta ton hingga Juni 2026. Jumlah tersebut bahkan melebihi kapasitas gudang milik Bulog yang hanya sekitar 3 juta ton.

Kepala Badan Pangan Nasional sekaligus Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa pemerintah tidak akan membuka kembali impor beras konsumsi. Sejak 2025, kata dia, tidak ada izin impor beras medium yang diterbitkan.

“Stok kita per hari ini sekitar 5,2 juta ton dan stok kita aman. Yang terpenting, sejak tahun 2025 tidak ada izin impor beras medium yang dikeluarkan sampai sekarang,” kata Amran.

Besarnya stok nasional membuat Bulog harus menyewa tambahan gudang dengan kapasitas sekitar 2,2 juta ton. Amran bahkan mengajak pihak-pihak yang masih meragukan ketersediaan beras nasional untuk melihat langsung kondisi gudang Bulog di berbagai daerah.

Laporan Food Outlook FAO Juni 2026 memperkirakan stok beras Indonesia akan terus meningkat. Cadangan beras nasional diproyeksikan mencapai 7,5 juta ton pada periode 2025/2026 dan naik menjadi 7,8 juta ton pada 2026/2027.

Peningkatan stok tersebut dinilai membuka peluang bagi Indonesia untuk menjadi eksportir beras di masa mendatang. Selain itu, pemerintah juga mencatat bahwa beras tidak lagi menjadi penyumbang utama inflasi selama dua tahun berturut-turut.

Kondisi ini dipandang sebagai indikator membaiknya tata kelola perberasan nasional, mulai dari produksi, penyimpanan cadangan, hingga pengendalian harga pangan di dalam negeri. rmol news logo article


EDITOR: RENI ERINA

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA