"Dari pemeriksaan awal, petugas mengamankan sejumlah barang, antara lain kotak hitam, tas hitam, telepon genggam, petasan, pisau, anak panah, kelereng, baut, dan beberapa barang lainnya," kata Juru Bicara Densus 88 Kombes Mayndra Eka Wardhana dalam keterangan resmi kepada redaksi.
Lanjut Mayndra, menjelaskan barang yang diduga merupakan bom rakitan pertama kali ditemukan oleh petugas keamanan sekolah. Usai ditemukan, pihak sekolah langsung melaporkan kejadian itu ke kepolisian.
Kepolisian pun langsung melakukan penanganan awal terhadap seorang pelajar berinisial R (17 tahun). R ditangani karena berdasarkan hasil penyelidikan awal diduga jadi pemilik barang-barang tersebut.
"Identitas korban yang disebut sebagai sasaran rencana tindakan berasal dari keterangan pelaku dan masih memerlukan pendalaman. Pelaku juga mengaku mempelajari pembuatan bahan peledak secara daring dan terinspirasi oleh peristiwa bom di SMA Negeri 72 Jakarta pada tahun 2025. Motif tersebut masih dalam proses pendalaman oleh TIM Penyelidik," jelas Mayndra.
Dalam peristiwa ini, beruntung tidak ada korban jiwa dan luka dalam kejadian ini. Serta barang-barang tersebut telah diamankan pihak kepolisian.
Berdasarkan keterangan awal terduga, perangkat diduga dirakit sendiri menggunakan bahan-bahan yang diperoleh secara daring tanpa sepengetahuan orang tuanya.
"Pelaku juga mengaku telah bergabung dalam sejumlah grup daring yang membahas pembuatan bahan peledak. Seluruh pengakuan tersebut masih dalam proses verifikasi dan pendalaman lebih lanjut oleh aparat penegak hukum," tandas Mayndra.
Saat ini, pihak Densus 88 beserta Polda Sumbar melakukan sudah pendalaman soal kasus ini, dengan meminta keterangan kepada para saksi.
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
BERITA TERKAIT: