Menteri Perdagangan (MenÂdag) Gita Wirjawan mengatakan, aturan HPP Kedelai disusun deÂngan memperhatikan kepenÂtiÂngan semua pihak baik petani, pengrajin dan konsumen.
“Semua nanti kita akan atur. PeÂtani dan pengrajin akan menÂdaÂpatkan keuntungan dari adanya HPP ini,†kata Gita dalam kunÂÂjungannya ke sentra pengrajin tahu tempe di Semanan, KaliÂdeÂres, Jakarta Barat, kemarin.
Dalam kunjungan itu, Gita diÂdampingi Dirjen Perdagangan Luar Negeri Bachrul Chairi. MeÂnurut Gita, kunjungannya terseÂbut untuk mendengar masukan pengrajin tempe mengenai renÂcana pemerintah mengeluarkan aturan baru soal HPP Kedelai.
Gita menyadari, HPP Kedelai merupakan peraturan yang diÂtunggu petani dan pengrajin keÂdeÂlai. Soal isi aturan HPP, Gita menÂjawab, pemerintah akan berÂuÂpaya mengeluarkan kebijakan yang positif.
“Yang penting aturan nanti bisa menciptakan suasana yang stabil. Jadi bisa tahu harga hari ini beÂrapa dan besok berapa,†katanya.
Bekas bos JP Morgan itu berhaÂrap, produksi kedelai mendapatÂkan perhatian. Sebab, jumlah proÂduksi dan keÂbutuhan masÂyaÂraÂkat Indonesia sangat jomÂplang. ProÂduksi stagÂnan, tetapi konsumsi kedelai terus naik.
Kapan aturan itu diterbitkan? Gita biÂlang peraturannya sudah siap, tinggal menunggu tandaÂtangan presiden.
Ketua Gabungan Koperasi Tahu Tempe Indonesia (GakopÂtindo) Sutaryo mengaku kecewa sampai kini aturan mengenai HPP KedeÂlai belum diterbitkan. Dia mengÂancam akan kembali mogok proÂduksi bila penerbitan
aturan terseÂbut tidak kunjung rampung. “Jika ini tidak cepat diselesaikan, bisa jadi kami akan mogok lagi,†ancam Sutaryo, Selasa (19/2).
Sutaryo menjelaskan, awal taÂhun harga kedelai impor sekitar Rp 7.300 per kilogram (kg) dan saat ini menÂcapai Rp 9500 per kg. Kenaikan harga tiÂdak hanya terÂjadi di Jakarta, tapi juga di daeÂrah lain. Misalnya diBandung, harga kedelai mencapai Rp 10 ribu per kg dan di Jawa Timur Rp 8.500 per kg.
Dia berharap, pemerintah seÂgera menerbitkan aturan HPP keÂdelai. Sebab, aturan itu bisa memÂberikan jaminan harga baik untuk petani maupun pengÂraÂjin tahu tempe. “Selain itu, HPP juga bisa memacu gairah taÂnam
kedelai. Itu bagus karena seÂlama ini gairah petani menanam kedelai kendur gara-gara fluktuasi harga yang dinamis,†kata Sutaryo.
Wakil Menteri Perdagangan Bayu Krisnamukthi sebelumnya memberikan sedikit bocoran meÂngenai isi aturan HPP Kedelai. MeÂÂÂnurutnya, harga Kedelai akan diÂÂtetapkan per bulan. Harga itu diÂsesuaikan dengan harga
kedelai dunia. Selain itu, pemerintah juga bakal membatasi perusahaan yang berhak mengimpor kedelai. [Harian Rakyat Merdeka]
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
BERITA TERKAIT: