Bukan Sekadar Naik Pangkat, 1.848 Perwira Baru jadi Penggerak Transformasi Polri

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ahmad-kiflan-wakik-1'>AHMAD KIFLAN WAKIK</a>
LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK
  • Jumat, 05 Juni 2026, 18:36 WIB
Bukan Sekadar Naik Pangkat, 1.848 Perwira Baru jadi Penggerak Transformasi Polri
Wakapolri Komjen Pol Dedi Prasetyo. (Foto: Humas Polri)
rmol news logo Pelantikan 1.848 Perwira Polri lulusan SIP Angkatan ke-55 dan SIP Khusus Intelijen Angkatan ke-11 Tahun Anggaran 2026 bukan sekadar perubahan pangkat dari bintara menjadi perwira.

Dikatakan Wakapolri Komjen Pol Dedi Prasetyo pelantikan itu adalah bagian dari transformasi besar institusi Polri dalam menjawab tantangan zaman dan harapan masyarakat.

Pernyataan tersebut disampaikan saat memimpin Upacara Penutupan Pendidikan dan Pelantikan Perwira Polri di Lapangan Soetadi Ronodipuro, Setukpa Lemdiklat Polri, Sukabumi, Jawa Barat, Kamis 4 Juni 2026.

“Pelantikan ini merupakan evolusi dan transformasi peran, tanggung jawab, pola pikir, serta sikap dalam menghadapi tantangan tugas kepolisian yang semakin kompleks,” ujar Dedi Prasetyo.

Menurutnya, seorang perwira tidak lagi hanya menjalankan perintah, tetapi menjadi pemimpin dan pengendali di lapangan yang dituntut mampu mengambil keputusan secara cepat, tepat, adaptif, dan solutif.

Dedi menjelaskan bahwa Polri ke depan akan menghadapi tantangan lingkungan strategis yang semakin kompleks, baik pada tingkat nasional maupun global. 

Berbagai dinamika geopolitik internasional, fluktuasi ekonomi global, perkembangan teknologi informasi, hingga tantangan keamanan dalam negeri berpotensi memengaruhi stabilitas kamtibmas nasional.

Di sisi lain, Polri juga menghadapi tuntutan masyarakat yang semakin tinggi terhadap profesionalisme, transparansi, akuntabilitas, dan kualitas pelayanan publik.

Menurutnya, berbagai langkah reformasi terus dilakukan Polri sebagai bagian dari upaya memperkuat kepercayaan publik. Langkah tersebut antara lain implementasi Program Quick Wins Akselerasi Transformasi Polri, penerapan pedoman Do’s and Don’ts bagi anggota, perubahan paradigma pengamanan aksi unjuk rasa yang lebih humanis, serta penguatan layanan publik berbasis teknologi.

“Polri sedang berproses menjadi institusi yang semakin profesional, transparan, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat. Para perwira baru harus menjadi bagian dari perubahan tersebut,” pungkasnya.rmol news logo article

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA