Farah.ID
Farah.ID

Kisah Daimyo Terkuat Yang Sukses Menyatukan Jepang: Oda Nobunaga, Dikhianati Pengikutnya Dan Tewas Bunuh Diri

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/reni-erina-1'>RENI ERINA</a>
LAPORAN: RENI ERINA
  • Senin, 21 Juni 2021, 13:21 WIB
Kisah Daimyo Terkuat Yang Sukses Menyatukan Jepang: Oda Nobunaga, Dikhianati Pengikutnya Dan Tewas Bunuh Diri
Ilustrasi/Net
rmol news logo Berkat kepemimpinannya yang keras, panglima perang ini berhasil mempersatukan Jepang. Namun, ia  harus mengakhiri hidupnya dengan cara yang tragis. Ia telah dikhianati bawahannya untuk kemudian terpaksa melakukan bunuh diri pada 21 Juni 1582.

Oda Nobunaga memimpin Jepang sejak 1568 hingga 1582 yang dikenal sebagai salah satu dari 3 tokoh yang pernah menyatukan Jepang pada Abad Pertengahan. Dua tokoh lainnya adalah Toyotomi Hideyoshi dan Tokugawa Ieyasu, dari periode yang berbeda.

Nobunaga dilahirkan di Istana Shōbata pada tahun 1534. Sejak kecil ia telah terlihat pemberani dan jenius, tetapi juga aneh. Tindakan yang sangat mengejutkan sang ayah sering dilakukan oleh Nobunaga, seperti menggunakan api untuk melepas sekelompok kuda di Istana Kiyosu. Ia juga sangat tertarik pada senapan, hal ini tertulis dalam sejarah masuknya senjata api ke Jepang melalui kota pelabuhan Tanegashima.

Sebagai anak dari seorang tuan tanah dari golongan samurai atau daimyo, di jaman Sengoku, Oda Nobunaga  hidup dalam kemewahan dan ikut menikmati pengaruh besar ayahnya.

Meski kadang bersikap kejam, sang pewaris kekuasaan ayahnya ini sangat melindungi para pengikutnya. Namun begitu, ia juga tetap waspada dan sangat berhati-hati terhadap para mereka.

Oda Nobunaga merupakan sosok yang ambisius dan juga keras kepala, menggunakan berbagai kesempatan yang didapatkannya untuk digunakan dalam menjalankan siasatnya.

Munculnya karakter tersebut dikarenakan faktor lingkungan yang mengharuskan untuk membunuh saudara kandungnya sendiri serta kehidupannya yang amat keras.

Pada 24 Agustus 1556, Nobunaga memadamkan pemberontakan yang dipimpin adik kandungnya sendiri, Oda Nobuyuki, Hayashi Hidesada, Hayashi Michitomo, dan Shibata Katsuie dalam Pertempuran Ino. Oda Nobuyuki terkurung di dalam Istana Suemori yang dikepung pasukan Nobunaga.

Sang ibu (Dota Gozen) datang untuk menengahi pertempuran di antara kedua putranya, dan Nobunaga dimintanya untuk mengampuni Nobuyuki.

Setahun kemudian, 1557, Nobuyuki kembali menyusun rencana pemberontakan. Nobunaga yang mendengar rencana ini dari laporan rahasia Shibata Katsuie, segera menggunakan strateginya. Ia berpura-pura sakit dan menjebak Nobuyuki untuk datang menjenguknya ke Istana Kiyosu. Nobuyuki kemudian dihabisi sewaktu datang ke Istana Kiyosu.

Nobunaga akhirnya berhasil mengambil alih harta dan kekuasaan ayahnya dengan tewasnya sang adik, seperti dikutip dariJapanese Wiki Corpus.

Nobunaga kemudian menaklukkan penguasa Istana Inuyama bernama Oda Nobukiyo yang sebenarnya masih satu keluarga. Setelah itu, Nobunaga menyingkirkan Oda Nobuyasu yang merupakan garis utama keturunan klan Oda sekaligus penguasa distrik Shimoyon. Oda Nobuyasu adalah anggota keluarga Oda Kiyosu yang menjadi musuh besar Nobunaga. Nobunaga berhasil mengalahkan Oda Nobuyasu, dan mengusirnya dalam Pertempuran Ukino.

Pada tahun 1560, dengan strategi-strateginya yang brilian, Nobunaga berhasil menyatukan seluruh Owari di bawah kekuasaannya, kemudian mengalahkan Yoshimoto Imagawa, seorang daimyo yang cukup berpengaruh di provinsi yang berbatasan dengan Owari. Nobunaga adalah daimyo pertama yang menyertakan pasukan bersenapan tanegashima dalam pasukannya. Ia juga menguasai lahan-lahan subur di Owari, dan juga berpengaruh di antara para pedagang kaya di Nagoya

Segala kekerasan yang diterimanya sepanjang hidupnya, membuat Nobunaga menjadi sosok yang keras. Ia pun menjadi daimyo yang kejam dan mudah emosi serta ambisinya melebihi para penguasa besar pada masanya.

Terbukanya kesempatan yang kuat untuk dapat mempersatukan Jepang didapat Oda Nobunaga setelah menerima ucapan selamat dari Kaisar Ogimachi karena sudah menaklukan provinsi Mino (sekarang Gifu).
Ucapan selamat kaisar dianggap sebagai permintaan untuk memadamkan kekacauan yang telah terjadi di ibukota bahkan seluruh Jepang.

Keadaan berlangsung tenang selama beberapa waktu sampai terbongkarnya rencana komplotan pembunuh Nobunaga.

Cara Nobunaga memperlakukan rekan atau pengikutnya dengan angkuh dan kejam, membuat salah satu pengikutnya yaitu, Mitsuhide Akechi,  merencanakan siasat pemberontakan terhadap Oda Nobunaga dengan membakar kuil Honno-Ji. Di kuil inilah Oda Nobunaga terjebak dan melakukan Seppuku (Bunuh Diri).

Penyerangan yang dilakukan Mitsuhide dalam catatan sejarah terjadi pada tanggal 21 Juni 1582, kala itu Mitsuhide membawa satu unik pasukannya dan mengepung kuil Honno-Ji. Saat itu, Oda Nobunaga sedang berada di sana.

Oda Nobunaga yang waktu itu hanya membawa rombongan kecil menjadi kewalahan dan terpojok. Ia terluka parah dan tidak dapat melarikan diri dari tempat itu. Nobunaga akhirnya terpaksa melakukan seppuku untuk terhindar dari kematian tragisnya.

Motivasi di balik penghianatan Mitsuhide sampai saat ini memang belum pernah terungkap secara lengkap, dan ini telah menjadi bahan perdebatan di antara para ahli sejarah sejak lama, tetapi banyak yang berspekulasi bila Mitsuhide telah mendengar rencana jahat yang direncanakan oleh Nobunaga terhadap dirinya dan kelompoknya. rmol news logo article
EDITOR: RENI ERINA

ARTIKEL LAINNYA