Pasalnya, aktivitas antar jemput di sekolah tersebut setiap pagi hari mulai pukul 7.00-9.00 WIB, selalu memicu kemacetan lalu lintas.
"Warga benar-benar resah kalau mau beraktivitas, seperti berangkat ke kantor, karena selalu terjebak macet panjang. Kita harus nungguin mobil-mobil nurunin anak sekolah," kata Wakil Ketua Komisi B DPRD DKI Jakarta Wahyu Dewanto
RMOL, Jumat 14 Agustus 2026.
Wahyu mendorong Pemprov DKI Jakarta untuk melakukan pengecekan, apakah sekolah tersebut memiliki Analisis Dampak Lalu Lintas (Andalalin).
"Sebab sudah lama warga bersabar gara-gara aktivitas sekolah tersebut," kata politisi Partai Gerindra ini.
Secara terpisah, Suku Dinas Perhubungan (Sudinhub) Jakarta Selatan berdalih kemacetan akibat tingginya volume kendaraan hanya terjadi pada saat drop off pada pukul 7.45-08:30 WIB.
Menurut Sudinhub Jaksel, di luar jam tersebut arus lalu lintas kembali lancar dan normal.
Langkah penanganan jangka pendeknya, tetap diberlakukan
drop off pada ISMILE Preschool Permata Hijau saat mam masuk dan pulang sekolah.
"Tetap memberlakukan
drop off bukan solusi. Pihak sekolah wajib menyediakan fasilitas
shuttle untuk meminamilisir kemacetan," pungkas Wahyu.
BERITA TERKAIT: