B-100 Bagian Dari Inovasi Badan Litbang Kementan

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/faisal-aristama-1'>FAISAL ARISTAMA</a>
LAPORAN: FAISAL ARISTAMA
  • Kamis, 21 Februari 2019, 15:15 WIB
B-100 Bagian Dari Inovasi Badan Litbang Kementan
Amran Sulaiman/RMOL
rmol news logo Kementerian Pertanian (Kementan) berhasil membuat produk Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Biodiesel B-100 yang dibuat dari bahan baku tanaman.

Biodiesel B-100 adalah satu bahan bakar yang tidak lagi menggunakan minyak berbasis fosil, tapi dari yang lebih terbarukan seperti jagung, kelapa sawit, atau lainnya.

Demikian kata Menteri Pertanian Amran Sulaiman saat meninjau Balai Penelitian Tanaman Industri Penyegar, Badan Litbang Pertanian Kementan, tempat pembuatan B-100 di Sukabumi, Jawa Barat, Kamis (21/2).

"Kementan yang pertama wujudkan. Ini bahan bakar 100 persen CPO (Crude Palm Oil) menjadi B-100. Bioful yang 100 persen dari CPO, dengan rendemennya 87 persen. Semua tidak ada campuran," kata Amran.

“B-100 ini inovasi dari Badan Litbang Pertanian. Ingat ini B-100, bukan B-20 atau B-30," tegasnya.

Dijelaskan Amran, bahan bakar B-100 ini tidak seperti bahan bakar fosil seperti solar yang lebih boros. Sebab, per liter B-100 bisa menempuh jarak 13 kilometer.

"Kalau Biosolar biasa 1 liternya hanya dapat menempuh jarak 9,4 kilometer," kata Amran.

Tak hanya itu, lanjut Amran, penggunaan B-100 pun lebih murah, ramah lingkungan, dan dapat mensejahterakan petani sawit serta dengan menggunakan B-100 dapat menghemat devisa.

"Kita punya CPO 38 juta ton. Kita ekspor 34 juta ton. Bisa bayangkan kita bisa menghemat berapa triliun," demikian Amran. [ian]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA