Pernyataan-pernyataan ini viral di masyarakat, khususnya media sosial. Dunia maya.
Pernyataan sindiran Prabowo yang viral memang tak hanya satu. Bukan hanya soal mau kabur ke Yaman, silakan.
Tapi juga soal pernyataan atau pertanyaan kepada massa buruh di Monas, MBG bermanfaat atau tidak? Dijawab serentak, tidakkkk.
Kalau pernyataan yang mau kabur ke Yaman, silakan direspons serius, misalnya Yaman daerah yang diberkahi, kok Presiden mengusir warganya, dan lain-lain.
Tapi kalau, tidakkk, jawaban massa Buruh di Monas itu, giliran Prabowo, diolok-olok.
Padahal, di sisi lain juga, itu justru bagus. Tanda bahwa peringatan Hari buruh itu bukan agenda settingan terbantahkan juga. Itu jadi alami.
Bukan bukti program MBG tak disukai rakyat. Pernyataan Prabowo saja yang salah, karena di tengah histeria.
Memang, media sosial kita heboh dengan saling timpal, balas, soal yang seperti itu.
Pernyataan yang tidak serius, bisa dijawab serius. Sebaliknya, pernyataan atau tuduhan serius, justru dijawab tidak serius dengan dalih kebebasan berpendapat.
Tuduhan Amien Rais terhadap Prabowo sebagai seorang Presiden dan Seskab Teddy Indra Wijaya itu serius.
Tapi banyak juga yang menganggap tidak serius. Malah, banyak yang membela juga. Sok-sok objektif. Serba salah.
Amien Rais juga terlihat tak merasa bersalah juga. Orang yang sering kalah, kalah lagi, ya biasa.
Megawati tiba-tiba muncul dalam forum senat Universitas Borobudur, pemberian gelar Profesor Emeritus untuk Arief Hidayat.
Ia mengklarifikasi demo berakhir rusuh Agustus lalu, bahwa "Merah" di belakangnya. Klarifikasi, langsung kepada Prabowo.
Forum sakral senat Universitas pemberian gelar Profesor Emeritus itu berubah menjadi panggung Megawati mengklarifikasi banyak hal.
Panggung itu seperti berubah adi panggung resmi partai, di mana Megawati juga sering melemparkan pernyataannya.
Tapi anehnya, orang juga menilai Indeks demokrasi turun, orang ketakutan menyampaikan pendapat, kebebasan terkekang, dan sejenisnya.
Padahal, semua sindiran, tuduhan, klarifikasi, dan semacam itu, justru menandakan negara kita semakin demokratis, malah bisa dikatakan kelewatan bebas.
ErizalDirektur ABC Riset & Consulting
BERITA TERKAIT: