Pancasila Bisa Hindarkan Bangsa Dari Adu Domba Asing

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/widian-vebriyanto-1'>WIDIAN VEBRIYANTO</a>
LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO
  • Sabtu, 24 Maret 2018, 00:54 WIB
rmol news logo Kekayaan dan keragaman yang dimiliki Indonesia seharusnya bisa dijadikan sebagai alat yang memperkuat bangsa. Namun kenyataan saat ini, perbedaan yang kecil bisa dimanfaatkan oleh orang untuk memecah belah bangsa.

Oleh karena itu, Wakil Ketua MPR RI Mahyudin menilai bahwa rakyat Indonesia harus kembali belajar dari sejarah bangsa yang pernah dijajah oleh bangsa asing selama berabad-abad. 

"Sebetulnya negara penjajah itu tidak hebat-hebat amat, tapi dia menggunakan politik pecah belah," ungkap Mahyudin dalam acara sosialisasi Empat Pilar dengan metode outbound di Universitas Andalas, Padang, Sumatera Barat, Jumat (23/3).

Mahyudin menjelaskan bahwa perbadaan yang ada saat ini dengan mudah bisa dijadikan alat pihak-pihak tertentu untuk mengadu domba sesama warga.

Padahal, kata dia, Indonesia sebenarnya sudah punya konsep bernama Pancasila yang bisa membuat sesama rakyat saling menghargai perbedaan.

"Empat Pilar inilah yang menyatukan kita semua," katanya.

Oleh karena itu, menurut  politisi Partai Golkar ini, sosialisasi Empat Pilar yang dilakukan MPR selama ini menjadi sangat penting.

"Pendalaman materi Empat Pilar harus ditanamkan di setiap jiwa sanubari bangsa Indonesia," ujar Mahyudin.

Sebanyak 100 mahasiswa dari 18 perguruan tinggi di Sumatera Barat turut serta dalam acara outbound Empat Pilar MPR ini. [ian]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA