Momentum tersebut ditandai dengan peluncuran buku berjudul “Etika yang Melembaga” di Kantor Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) RI, Jalan Abdul Muis, Petojo Selatan, Gambir, Jakarta Pusat, pada pagi hari.
Acara ini dihadiri sejumlah pejabat dari berbagai lembaga, termasuk DKPP, Komisi Pemilihan Umum (KPU), dan Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu).
Dari pihak tuan rumah, hadir Ketua DKPP RI, Heddy Lugito, bersama anggota DKPP lainnya, yakni Ratna Dewi Pettalolo, I Dewa Kade Wiarsa Raka Sandi, J. Kristiadi, dan Tio Aliansyah.
Sementara itu, dari KPU dan Bawaslu turut hadir Ketua KPU RI Mochammad Afifuddin, Ketua Bawaslu RI Rahmat Bagja, serta Anggota Bawaslu RI Herwyn JH Malonda.
Sejumlah tokoh lainnya juga tampak menghadiri acara tersebut, di antaranya Anggota Komisi Yudisial (KY) Abhan, Komisioner Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Pramono Tanthowi Ubaid, mantan Anggota KPU RI Ida Budhiati, serta mantan Anggota Bawaslu RI Fritz Edward Siregar.

Buku yang diluncurkan tersebut tidak ditulis langsung oleh Prof. Jimly, melainkan merupakan karya kolaboratif sejumlah guru besar. Buku ini memiliki anak judul *“70 Tahun Prof. Jimly Asshiddiqie: Warisan Gagasan dan Penguatan DKPP”*.
Diketahui, Prof. Jimly merupakan sosok yang memprakarsai pendirian DKPP sebagai lembaga penegak etik penyelenggara pemilu yang bersifat tetap dan mandiri sejak 12 Juni 2012. Ia juga pernah menjabat sebagai Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) RI, serta menjadi Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI.
BERITA TERKAIT: