Generasi Muda Harus Kritis Jangan Terprovokasi Hoaks

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ahmad-alfian-1'>AHMAD ALFIAN</a>
LAPORAN: AHMAD ALFIAN
  • Kamis, 09 April 2026, 19:50 WIB
Generasi Muda Harus Kritis Jangan Terprovokasi Hoaks
Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Mahasiswa Pemuda Republik Indonesia (DPP GMPRI) periode 2022–2027, Raja Agung Nusantara. (Foto: Istimewa)
rmol news logo Konflik di Timur Tengah antara koalisi Amerika Serikat (AS)–Israel melawan Iran dinilai membawa pelajaran penting bagi Indonesia, terutama dalam menghadapi dampak ekonomi global dan dinamika perang modern.

Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Mahasiswa Pemuda Republik Indonesia (DPP GMPRI) periode 2022–2027, Raja Agung Nusantara, menegaskan bahwa perang tersebut tidak hanya berdampak regional, tetapi juga menjadi beban ekonomi dunia yang harus diantisipasi Indonesia.

“Perang ini menjadi beban ekonomi dunia, dan Indonesia harus siap menghadapi berbagai gangguan dari dampak internasional,” ujar Raja Agung, Kamis, 9 April 2026.

Menurutnya, konflik modern kini telah memasuki fase perang generasi keenam yang melibatkan teknologi tinggi, seperti siber, artificial intelligence (AI), hingga perang proksi. Karena itu, generasi muda Indonesia dituntut untuk berbenah dan meningkatkan kapasitas diri.

GMPRI, lanjutnya, mendorong penguatan nasionalisme generasi muda yang berlandaskan nilai-nilai Pancasila, sekaligus meningkatkan kemampuan di bidang teknologi digital dan kecerdasan buatan.

Selain itu, ia mengingatkan pentingnya meningkatkan kesadaran masyarakat agar tidak mudah terprovokasi hoaks dan disinformasi yang kerap beredar di media sosial.

Ia mencontohkan, sejumlah kerusuhan di berbagai wilayah Indonesia pada Agustus 2025 dipicu oleh informasi menyesatkan yang memancing emosi publik, khususnya di kalangan pelajar dan generasi muda.

“Generasi muda kita harus lebih kritis. Jangan mudah terprovokasi hoaks yang bisa berujung pada konflik sosial,” tegasnya.

GMPRI juga menyoroti ketahanan Iran dalam menghadapi tekanan eksternal, yang dinilai berakar pada kuatnya kesadaran berbangsa dan kemandirian dalam menjaga kedaulatan.

Menurut Raja Agung, hal tersebut menjadi pelajaran penting bahwa keselamatan bangsa hanya dapat dijamin oleh kekuatan sendiri, yang kemudian melahirkan sistem pertahanan yang solid.

Karena itu, GMPRI mengajak seluruh pemuda dan mahasiswa di Indonesia untuk memperkuat kesadaran kebangsaan, meningkatkan rasa nasionalisme, serta siap berkontribusi dan berkorban demi kepentingan nasional.

“Sebagai organisasi pemuda dan mahasiswa, GMPRI berkomitmen terus membangun rasa nasionalisme dan cinta tanah air di seluruh Indonesia,” pungkasnya. rmol news logo article


EDITOR: AHMAD ALFIAN

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA