Amran Marah Besar Izin Impor Bibit Bawang Putih Disalahgunakan

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/'></a>
LAPORAN:
  • Selasa, 13 Maret 2018, 09:44 WIB
Amran Marah Besar Izin Impor Bibit Bawang Putih Disalahgunakan
Ilustrasi/Net
rmol news logo Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman marah besar mendengar adanya informasi penyalahgunaan importase untuk bibit bawang putih. Perusahaan 'nakal' seperti ini tidak akan diberinya ampun.

"Saya pastikan importir yang bersangkutan sudah kami blacklist bersama groupnya di Kementan. Kalau ada pegawai Kementan yang terlibat, pasti akan kami pecat," tegas Mentan Amran di Jakarta, Senin (12/3).

Amran menjelaskan, program importase bibit ini sebetulnya bertujuan untuk meningkatkan produksi bawang putih. Selama ini untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri, 90 persennya terpaksa harus melalui impor.

Diharapkan dengan importir ikut menanam bawang putih, target swasembada bawang putih 2019 bisa tercapai.

"Ini untuk menghindari ganti perusahaan, kami blacklist dia bersama group-groupnya. Ini sudah perbuatan edan. Tidak ada ampun. Ini juga bagian gerakan bersih-bersih di Kementan," terang Amran.

Kementerian Perdagangan (Kemendag) menemukan delapan kontainer atau kurang lebih 5 ton importase bawang putih ilegal. Impor bawang putih tersebut seharusnya untuk bibit, tetapi justru dijual ke pasar.

"Kami sudah tarik 5 ton bawang putih ilegal dari Pasar Induk Kramat Jati. Ada delapan kontainer yang kami inventarisasi, yang masuk," kata Direktur Tertib Niaga, Kementerian Perdagangan (Kemendag) Veri Anggriono Sutiarto.[wid/***]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA