Pertahanan Negara Tidak Hanya Dilakukan Tentara

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/widian-vebriyanto-1'>WIDIAN VEBRIYANTO</a>
LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO
  • Minggu, 08 Oktober 2017, 16:52 WIB
Pertahanan Negara Tidak Hanya Dilakukan Tentara
Foto/Net
rmol news logo Membela negara merupakan sebuah kehormatan. Bahkan tidak sedikit negara yang mengadakan wajib militer bagi warga negaranya karena pertahanan negara tidak mungkin hanya dilakukan 

Begitu kata anggota MPR dari Fraksi Partai Golkar, Hardi Susilo di hadapan ratusan Resimen Mahasiswa (Menwa) se-Lampung, saat mengikuti Sosialisasi Empat Pilar MPR, Minggu (8/10).

"Tetangga kita Singapura, mengadakan wajib militer. Pertahanan negara tak mungkin hanya dilakukan oleh tentara," jelasnya.

Atas alasan itu, Menwa dibentuk. Sebagai alumni Menwa, Hardi Susilo menceritakan kemudian bercerita tentang sejarah pendirian Menwa.

Kata dia, resimen ini dirintis mulai tahun 1959. Para jenderal yang sedang menempuh pendidikan di Amerika Serikat, berpikir tak mungkin prajurit diisi oleh jurusan militer saja. Dari pemikiran ini maka di berbagai kampus dilakukan pendidikan perwira cadangan (Pacad).

Selanjutnya pada tahun 1964, Jenderal Nasution membentuk kesatuan mahasiswa secara sukarela. Pendidikan ini kemudian dimassalkan sehingga pendidikan militer ada yang wajib, ada pula yang sukarela.

Keberadaan Menwa selepas reformasi menurut Hardi Susilo lain ketika pada masa sebelumnya. Pada masa Orde Baru, keberadaan Menwa berada di bawah SKB 3 Menteri.

"Sekarang keberadaan Menwa diserahkan ke kampus-kampus, disamakan dengan kegiatan mahasiswa lainnya seperti olahraga dan seni," ungkapnya yang ingin mengembalikan posisi Menwa seperti dulu. [ian]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA