Hidayat: Islam Dan Indonesia Menyatu Sejak Lama

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/widian-vebriyanto-1'>WIDIAN VEBRIYANTO</a>
LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO
  • Sabtu, 29 Juli 2017, 17:58 WIB
rmol news logo Lahirnya Negara Kesatuan Republik Indonesia tidak lepas dari kontribusi dan pengorbanan umat Islam. Karena kontribusi umat Islam dalam perjuangan menuju Indonesia begitu besar. Banyak ulama yang memimpin umatnya mengangkat senjata untuk melawan penjajah, termasuk lahirnya resolusi jihad menentang kembalinya penjajah.

Pernyataan itu dikemukakan Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid saat menyampaikan sosialisasi Empat Pilar MPR di hadapan 1.000 pengurus Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT) se-Indonesia di Mataram, Nusa Tenggara Barat (Sabtu, 29/7).

Ikut hadir dalam acara tersebut, Ketua JSIT Syukron Khaq, Wakil Ketua DPRD NTB Abdul Hadi, dan gubernur NTB yang diwakili Asisten III Qomarudin.

Pengorbanan umat Islam bagi bangsa Indonesia menurut Hidayat bukan hanya pada masa perjuangan fisik. Jelang Indonesia merdeka, tokoh-tokoh umat Islam rela menghapus tujuh kata dalam Piagam Jakarta untuk memenuhi aspirasi masyarakat Indonesia Timur.

"Karena itu, tidak benar kalau ada yang mengatakan Islam anti Pancasila dan NKRI. Karena buktinya, umat Islam sudah banyak berkorbanuntuk lahir dan tetap utuhnya Indonesia. Mereka yang menuduh Islam anti Pancasila, itu berarti harus belajar sejarah," jelas Hidayat.

Pada kesempatan itu, Hidayat menambahkan, Indonesia dan Islam itu sudah menyatu sejak lama. Sehingga, dia tidak setuju kalau ada pihak yang mengkotak-kotakkan Islam dengan Indonesia. Seolah-olah antara Islam dan Indonesia berdiri sendiri dan tidak saling berhubungan. [wah] 

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA