Sesjen MPR: Pegiat Medsos Elemen Strategi Untuk Terjemahkan 4 Pilar

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ruslan-tambak-1'>RUSLAN TAMBAK</a>
LAPORAN: RUSLAN TAMBAK
  • Minggu, 11 Desember 2016, 16:58 WIB
Sesjen MPR: Pegiat Medsos Elemen Strategi Untuk Terjemahkan 4 Pilar
Foto: Humas MPR
rmol news logo Sebanyak 50 orang penggiat media sosial dan blog se Kota Palembang menghadiri Ngobrol Bareng MPR di Lounge Room Hotel Santika, Palembang, hari ini (Minggu, 11/12).

Kepada para pengiat medsos dan blog kota Palembang, Sekretaris Jenderal MPR RI, Ma'ruf Cahyono menjelaskan bahwa Sosialisasi Empat Pilar MPR RI sesuai perintah UU dengan berbagai metode perlu bantuan dan peran aktif berbagai elemen masyarakat.  

"Netizen atau para penggiat medsos adalah elemen strategis yang mampu menerjemahkan nilai empat pilar MPR dengan gayanya sehingga mampu dipahami dan serap dengan baik oleh pembaca atau followernya," katanya.

Lebih jauh, Ma'ruf menyampaikan, ngobrol bareng soal kebangsaan ini bukanlah misi sepihak MPR saja.

"Bukan hanya penggiat medsos tapi media massa nasional, ormas keagamaan, ormas kemasyarakatan, akademisi dan lainnya juga kami rengkuh kami ajak berperan aktif dalam upaya pemahaman nilai-nilai kebangsaan," terangnya.

"Bayangkan jika semua elemen masyarakat itu bergerak dengan kesadaran demi bangsa dan negara sangat luar biasa dampak positifnya," sambungnya.

Ia berharap juga para blogger memberi masukan yang membangun seputar kebangsaan tersebut dan materia yang diterima menjadi bahan diskusi antar komunitas dan diwujudkan dalam karya tulis.

Koordinator blogger dan penggiat medsos Palembang Ira Hairida mewakili komunitas blogger dan medsos Palembang mengapresiasi kegiatan MPR yang melibatkan blogger dan penggiat medsos.

"Awal dihubungi MPR kami sangat surprise, ada lembaga negara mengajak kami untuk diskusi soal kebangsaan, pertama kami merasa sangat dihargai sekali luar biasa, MPR menyambangi langsung kami di daerah, kedua kami menjadi semakin penasaran dengan MPR dan tugas-tugasnya dan kami penasaran serta tantantan buat kami untuk menerjemahkan soal-soal kebangsaan yang njlimet menjadi bisa dipahami kami dan pembaca serta follower kami," urainya.

 Di sesi akhir acara yakni tanya jawab, peserta sangat antusias memberikan pertanyaan dan masukan antara lain berharap agar tontonan-tontonan tidak mendidik di televisi bisa diatur dan kelola sesuai dengan nilai dan norma bangsa.

MPR diharap berperan setidaknya mendekati pihak-pihak yang berkompeten soal informasi publik agar lebih ketat mengawasi medsos dan diberi sangsi tegas jika ada yang menyebarkan info hoax dan memprovokasi.[wid]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA