"Sedikit yang bekerja di sektor pertanian," kata Wakil ketua MPR, Mahyuddin, selepas bertemu dengan ratusan petani Kalimantan Utara yang berkumpul di Kota Tarakan, Kalimantan Utara (Sabtu, 10/12).
Mahyudin mengingatkan bahwa sektor pertambangan suatu ketika akan habis. Untuk itu dirinya mendorong agar masyarakat mulai melirik sektor pertanian. "kita perlu serius untuk membina petani," ujarnya.
Mahyudin dalam kesempatan itu mengungkapkan ada hal yang perlu dibenahi. dikatakan kita terlalu kaku dalam mengatur tata ruang. Dicontohkan, Pulau Sebatik wilayahnya terbagi menjadi dua negara, Indonesia dan Malaysia. Pulau Sebatik wilayah Malaysia dijadikan lahan sawit, sedang Pulau Sebatik wilayah Indonesia masuk tata ruang hutan. Ada perkebunan sawit namun sedikit dan milik masyarakat.
"Perkebunan sawit di Pulau Sebatik wilayah Indonesia adalah perkebunan rakyat," paparnya.
Hasil perkebunan sawit milik petani Indonesia itu dijual ke Malaysia.
"Akhirnya Malaysia yang mendapat keuntungan dari sawit Indonesia," ungkapnya.
Menurut Mahyudin hal ini harus diselesaikan. Tata Ruang harus diperbaiki.
Mahyudin ingin wilayah Indonesia di perbatasan, Kalimantan Utara, harus dijadikan kawasan ekonomi khusus untuk pertumbuhan ekonomi.
"Sehingga bisa memiliki daya saing melawan ekonomi Malaysia," ujarnya.
[ysa]
BERITA TERKAIT: