Sekjen MPR Hadiri Seminar Kebhinekaan Tingkat Regional

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ruslan-tambak-1'>RUSLAN TAMBAK</a>
LAPORAN: RUSLAN TAMBAK
  • Senin, 21 November 2016, 06:29 WIB
Sekjen MPR Hadiri Seminar Kebhinekaan Tingkat Regional
Foto/Humas MPR
rmol news logo Sastrawan dan budayawan dari lima negara, Indonesia, Brunei, Malaysia, Thailand dan Singapura, menggelar seminar bertajuk Local Color and Local Wisdom, Minggu (20/11). Acara yang digelar di University Club Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta ini dihadiri Sekretaris Jenderal MPR RI Ma'ruf Cahyono bersama Perpustakaan MPR.

Kehadiran Sekjen MPR bersama Perpustakaan MPR dalam kegiatan ini sebagai upaya studi banding tentang kebhinekaan dalam skala regional. Seperti diketahui, di negara Brunei dan Malaysia kebhinekaan juga dimunculkan melalui  karya para sastrawan dan budayawan. Mereka melahirkan karya seni yang memberikan warna dan kualitas pada persatuan dan kesatuan bangsa.

Dalam kesempatan tersebut, Sekjen MPR mengatakan, kebhinekaan tidak hanya mengenai suku dan ras tetapi kebhinekaan pada masa sekarang adalah kebhinekaan yang mampu menyongsong segala nilai yang masuk dalam konteks globalisasi dan dijitalisasi yang membuat dunia tanpa batas tanpa jarak.

"Indonesia harus mampu mengantisipasi ini. Kebhinekaan kita diperkaya dengan ini, kata Sekjen MPR.

Aji Sulaeman seorang penulis nasional Melayu negara Brunei yang karya-karyannya sangat terkenal antara lain, Islam Beraja dan empat buku puisi terkenal di Brunei, Pemasyhuran, Istri Kekasih, Berlabuh di Gigi Pantai dan Kain Buruk Jangan Cedaikan ini menegaskan, dalam bahasa Brunei kita jangan menonjolkan yang buruk tapi kita tonjolkan yang baik karena yang baik lebih banyak dari yang buruk cuma yang buruk seringkali digunakan sebagai senjata sengketa.

"Jangan terperangkap pada hal ini," tegasnya.

Sedangkan Husain Rachman tokoh senior dari Televisi Brunei melukiskan, orang-orang di Brunei bersekokah di Brunei sekaligus meneruskan di Malaysia hingga ke Inggris. Hal itu masih berlangsung hingga generasi sekarang.

"Soal kebhinekaan bukan hal yang asing," ujarnya.

Selain Ajib Sukaiman dan Husain Rachman juga hadir Datuk Zurinah Hasan dari Malaysia, Ampuan Brahim Tengah Brunei, DR Noorhayati AB Rachman University of Malaya, Malin Gazali dari Malaysia, M Khoir , Saleh Rahmat dari Malaysia, Zamawi Imron dari Indonesia Suminto A Sayuti dari UN Jogjakarta. [rus]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA