Zulkifli mengatakan setelah dia terpilih sebagai Ketua MPR dirinya membuka pintu seluas-luasnya bagi masyarakat untuk mengadukan masalahnya ke MPR.
Buka pintu yang dilakukan ini membuat berbagai kelompok datang ke MPR, mulai dari kelompok yang biasa hingga yang paling ekstrem, dari yang mengusung masalah pelanggaran HAM sampai yang memperjuangkan perkawinan sejenis.
"Dari sini menunjukkan MPR benar-benar menjadi rumah bagi rakyat," ujar Zulkifli.
Ditambahkan lagi, raja-raja dan keraton yang bersengketa pun mengadukan masalahnya kepada MPR.
Sekarang menurut Zulkifki, masyarakat mulai sadar bahwa kita hidup dalam suasana Indonesia baru setelah reformasi. Dalam suasana Indonesia yang baru ini menurut Zulkifli ada sisi positif ada pula sisi negatif.
Sisi negatif dalam era sekarang adalah mahalnya biaya demokrasi. Jadi wakil rakyat sekarang biayanya berlipat-lipat. Diakui oleh Zulkifli saat dirinya menjadi anggota DPR biaya yang dikeluarkan tidak mahal. Sekarang menurut Zulkifli untuk menjadi anggota DPR tidak hanya pintar saja namun juga ada ungkapan nomer piro wani piro alias harus melakukan money politic.
Masalah yang terjadi saat ini tidak hanya semakin mahalnya demokrasi namun juga semakin melebarnya jarak gini ratio. Bila gini ratio ini akan semakin melebar, akan menyebabkan kecemburuan sosial dan terjadinya kerusuhan.
Penguasaan sumber daya alam pun diakui oleh Zulkifli juga terjadi ketimpangan. Satu orang bisa menguasai ribuan hektar kebun sawit, sementara satu orang tidak memiliki satu hektar pun.
[rus]
BERITA TERKAIT: