"Hal ini bertujuan untuk bertemu dengan masyarakat, memberikan pembelajaran bersama, pendidikan politik kepada masyarakat di daerah pemilihan akan nilai-nilai kebangsaan yaitu Pancasila, UUD1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI serta menyerap aspirasi dari konstituen di dapil," tutur Dwi kepada wartawan, Jumat (20/11).
Baru satu tahun menjadi anggota DPR, Dwi sudah mengunjungi hampir seluruh kecamatan di Jakarta Timur yang merupakan daerah pemilihannya. Dengan kunjungan itu dia ingin memberikan pemahaman kepada masyarakat untuk tetap memegang teguh 4 Pilar dalam menghadapi globalisasi maupun Masyarakat Ekonomi Asean (MEA).
‎"Masuknya budaya, ideologi, ekonomi kepada bangsa Indonesia pastinya memengaruhi baik secara langsung ataupun tidak langsung terhadap tata nilai dasar bangsa Indonesia. Ini tantangan terbesar kita saat ini, bagaimana kita tetap memiliki jatidiri sebagai bangsa yang berdikari dan berdaulat di tengah-tengah arus globalisasi," tuturnya.
Karena itu, dalam setiap kunjungan dia pun telaten menanamkan semangat dan nilai-nilai 4 Pilar terutama kepada generasi muda. "Jangan sampai generasi‎ muda Indonesia tidak mengenal dasar negara, lambang negara, falsafah dan budaya bangsa sendiri," katanya.
Selain itu, dalam setiap kunjungannya, Dwi juga selalu menyoroti isu-isu nasional yang sedang terjadi, khususnya ruang lingkup Komisi VIII (bidang agama, perlindungan anak-anak dan perempuan). Di antaranya memanggapi pertanyaan warga mengenai kejelasan santunan bagi jamaah haji korban musibah crane di Mekah beberapa waktu yang lalu.
"Saya meminta agar Kementerian Agama secepatnya mencairkan asuransi bagi jamaah yang menjadi korban, baik yang meninggal maupun yang cacat sebagaimana para jamaah haji sudah diasuransikan. Mendesak Pemerintah Indonesia memberikan kejelasan realisasi santunan Raja Saudi kepada korban musibah crane," ujarnya.
Dwi juga menyoroti berkembangnya gerakan ISIS di Indonesia. "Saya meminta kepada pemerintah lebih aktif dan berhati-hati dalam memberikan pernyataan mengenai ancaman ISIS di Indonesia agar tidak menimbulkan kegelisahan, suasana takut di masyarakat. Kita harus melawan segala bentuk teror, demi terjaminnya rasa aman masyarakat dan kedaulatan NKRI," tandasnya.
[rus]
BERITA TERKAIT: