Namun, tak lama setibanya puluhan mahasiswa dari PMKRI Jakarta Timur/Selatan, GMNI Jakarta Timur, LMND Jakarta Timur, dan Himapersis Jakarta Timur, langsung terlibat aksi saling dorong dengan aparat kepolisian yang berjaga mengamankan aksi.
Ketegangan bermula saat para mahasiswa berorasi sambil membentangkan spanduk dan poster berisi tuntutan bertajuk “Prabowo-Gibran Gagal Total”.
Namun, aparat kepolisian juga membentangkan spanduk berisi imbauan kepada peserta aksi. Tindakan aparat ini memicu reaksi mahasiswa. Sontak, aksi saling dorong pun tak terelakkan.
Ketegangan pun tak berlangsung lama, aparat kepolisian akhirnya bisa meredam mahasiswa untuk tidak terprovokasi.
Pantauan
RMOL di lokasi, mahasiswa dari berbagai elemen organisasi itu terus menyuarakan aspirasinya. Sementara itu, arus lalu lintas di sepanjang jalan Gatot Soebroto terpantau ramai lancar, dan aparat kepolisian kembali mengawal jalannya aksi tersebut.
Dalam aksinya, mahasiswa membawa sejumlah tuntutan yakni:
Pertama, mendesak Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka untuk mengundurkan diri dari jabatan Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia sebagai bentuk pertanggungjawaban atas berbagai kebijakan yang dinilai tidak berpihak kepada rakyat.
Kedua, menuntut pendidikan gratis dan berkualitas bagi seluruh rakyat Indonesia guna menjamin hak setiap warga negara untuk memperoleh akses pendidikan tanpa hambatan ekonomi.
Ketiga, menuntut pemerintah segera menurunkan harga BBM untuk mengurangi beban ekonomi masyarakat dan mencegah kenaikan harga kebutuhan pokok.
Keempat, mendesak dilakukannya evaluasi total terhadap tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG) agar pelaksanaannya berjalan transparan, tepat sasaran, dan tidak menimbulkan persoalan baru di masyarakat.
Kelima, menuntut penghentian sementara Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sampai dilakukan evaluasi menyeluruh dan perbaikan sistem pelaksanaan guna menjamin efektivitas serta akuntabilitas program.
BERITA TERKAIT: