"Terima kasih atas kedatangan yang mulia," ujarnya sambil berjabat tangan dengan Donald Bobaish.
Menurut Zulkifli, hubungan antara Indonesia dan Kanada tidak hanya antar pemerintah namun juga antar parlemen. Untuk meningkatkan hubungan antar parlemen, Zulkifli menginginkan agar Parlemen Kanada berkunjung ke Indonesia.
Dipaparkan oleh pria yang juga ketua umum PAN itu, meski mayoritas penduduk Indonesia beragama Islam namun pemeluk Islam di Indonesia berbeda dengan pemeluk Islam di negara lain, terutama Timur Tengah.
"Kami ingin mengundang Parlemen Kanada agar tahu persis bagaimana Islam di sini," ujarnya.
Di Indonesia, menurut Zulkifli, antar agama bisa hidup berdampingan, rumah ibadah juga saling berdekatan, semua tak masalah. Ia mengambil beberapa contoh, seperti di Jakarta yang memiliki gubernur seorang keturunan Tionghoa, di NTT yang mayoritas Katolik punya Ketua DPRD seorang muslim. Hal demikian merupakan sebuah bukti adanya toleransi dalam kehidupan.
Meski demikian, Zulkifli mengakui masih ada masalah-masalah kerusuhan yang bernuansa suku dan agama seperti di Tolikara, Papua.
"Untuk itu, kita teruskan nilai-nilai Pancasila," ujarnya.
Sebagai Ketua MPR, Zulkifli memaparkan bahwa lembaganya mempunyai tugas penting yakni mengawal ke-bhinneka-an. Apapun suku dan agama di republik ini, menurut Zulkifli, memiliki hak yang sama, tak ada UU yang mendiskriminasi satu pihak.
Sementara mengenai keragaman suku dan agama, bagi Zulkifli sudah selesai sejak Indonesia merdeka. Tantangan yang di hadapi saat ini adalah soal kemiskinan, peningkatan sumber daya manusia, serta mengejar ketertinggalan dengan bangsa lain, seperti Kanada.
"Itulah tantangan kami dan itu tugas MPR," demikian Zulkifli.
[ian]
BERITA TERKAIT: