"Kami senang MPR telah menerima kami dengan sangat bagus," ujar guru pembimbing SMAN 26, Herawati Sihombing.
Dikatakan, bahwa kunjungan ke MPR selain untuk mengikuti sosialisasi juga memberi inspirasi kepada para siswa dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
"Mudah-mudahan sosialisasi yang dilakukan bisa melekat pada para siswa dan selanjutnya diimplementasikan dalam keseharian," ujarnya.
Apa yang dikatakan oleh Herawati dikuatkan oleh Kepala SMAN 26, Sucipto. Menurutnya, kehadiran ke MPR diharapkan bisa memberi pelajaran kepada anak-anak tentang kondisi parlemen dan 4 Pilar.
"Empat Pilar bagian tak terpisahkan dari kehidupan berbangsa dan bernegara. Untuk itu kita perlu mengetahuinya," tambahnya.
Wakil Ketua MPR Oesman Sapta Odang (OSO) saat di podium, di hadapan para pelajar, mengatakan bahwa MPR mempunyai tugas untuk melakukan Sosialisasi 4 Pilar. Empat Pilar, menurutnya, harus masuk ke dalam jiwa.
"Sosialisasi ini harus terus dilakukan," ucapnya.
Dengan sosialisasi maka akan menimbulkan rasa nasionalisme. Tanpa nasionalisme, lanjutnya, Indonesia tak bisa membangun bangsa.
Dipaparkan OSO bahwa kreatifitas anak muda tidak boleh dibendung. Menurutnya, anak muda harus diberi ruang untuk berkreasi dalam hal-hal yang positif.
"Pikiran anak muda jangan dikekang. Pikiran anak muda identik dengan spontanitas. Apa yang dipikirkan biasanya langsung dikeluarkan," ucapnya.
OSO menuturkan agar anak muda harus diberi kepercayaan untuk mencintai bangsa.
"Biarlah mereka menjadi anak yang cerdas dan mampu mengatasi masalah," pungkasnya.
[ian]
BERITA TERKAIT: