JK: Jika Diperas, Falsafah Indonesia adalah Gotong Royong

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ruslan-tambak-1'>RUSLAN TAMBAK</a>
LAPORAN: RUSLAN TAMBAK
  • Selasa, 18 Agustus 2015, 17:41 WIB
JK: Jika Diperas, Falsafah Indonesia adalah Gotong Royong
jusuf kalla/net
rmol news logo Wakil Presiden Jusuf Kalla menerangkan bahwa suatu bangsa didirikan berdasarkan kesepakatan dan falsafah. Bangsa itu teguh, kokoh dan berjalan dengan baik kalau dijalankan dengan prinsip konstitusi.

Demikian disampaikan JK sapaan akrab Jusuf Kalla dalam peringatan Hari Konstitusi dan grand final lomba cerdas cermat MPR RI 2015 di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta (Selasa, 18/8).

"70 tahun yang lalu kita sama-sama sepakat mendukung negeri kita, NKRI. Negara harus ada landasan berpikir, maka konstitusi disusun berdasarkan falsafahnya," kata JK.

Jelas dia, tentu falsafah Indonesia berbeda dengan falsafah negara lain. Inggris dengan kesepakatan bangsawan yang tertuang dalam Magna Charta. Amerika dan Malaysia beda lagi, dengan kesepakatan raja-raja, karena sejarah dan falsafahnya.

"Falsafah kita Pancasila, suatu kesamaan karena prinsip yang disepakati tadi. Kalau diperas jadi gotong royong. Kita harus jalankan hal-hal tersebut," tandasnya. [ian]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA