Indikasinya, antara lain semakin pudar sifat kegotongroyongan, sopan santun, dan justru yang muncul saat ini adalah yang aneh-aneh. Seperti paham radikalisme ISIS yang makin mewabah. Kemudian fenomema kriminal mengkhawatirkan yang makin marak terjadi. Teranyar adalah peristiwa pembunuhan Angeline, seorang anak perempuan yang masih berusia 8 tahun di Bali.
Semua fenomena-fenomena negatif tersebut dikarenakan bangsa ini minim dengan pemahaman dan pengamalan nilai-nilai luhur bangsa.
Hal itu sebagaimana disampaikan Ketua Fraksi PKB untuk MPR RI Abdul Kadir Karding saat membuka secara resmi Seminar Kebangsaan FPKB MPR RI dengan tema "Memperkokoh Nilai-nilai Kebangsaan untuk Mengembalikan Keutuhan Jati Diri Bangsa di Era Globalisasi" yang digelar di Ballroom Mercure Hotel Ancol, Jakarta, Sabtu (13/6 ).
"Untuk menghadapi fenomena-fenomena negatif tersebut bangsa ini perlu memaksimalkan aksi nyata membumikan dan memunculkan kembali nilai-nilai luhur bangsa, yakni Pancasila," ujarnya.
Sementara Nahdlatul Ulama (NU) sebagai orang tua kandung PKB, lanjutnya, sudah menetapkan sikap bahwa Pancasila dan NKRI adalah final harga mati. Semua sudah diputuskan NU dalam berbagai muktamar dari awal sampai akhir.
"PKB sebagai anak kandung NU tentu saja menentukan sikap juga bahwa Pancasila dan NKRI final dan harga mati. Kalau dibelah dada kami, maka ada darah Pancasila, darah negara," tegasnya.
[ian]
BERITA TERKAIT: